MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 14 Agustus 2021

Renungan Pagi

GB. 156 : 1 – Berdoa

TANGAN TUHAN YANG MEMBUATNYA

Kisah Para Rasul 7 : 48 – 50

Bukankah tangan-Ku sendiri yang membuat semuanya ini? (ay. 50)

Kita kembali berada di akhir pekan. Pertanyaan yang perlu ditanyakan pada diri sendiri adalah : “Apakah yang sudah kita lakukan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan yang telah melakukan banyak hal dalam kehidupan di sepanjang satu minggu yang telah kita lewati?”. Di sepanjang kehidupan ini banyak peristiwa yang terjadi. Ada yang membahagiakan, ada juga yang menyedihkan. Sekalipun banyak peristiwa yang terjadi dan hal itu di luar rancangan kita namun satu hal yang pasti bahwa hidup dan kehidupan ini berada dalam kuasa dan kendali serta rancangan Tuhan. Kuasa dan keberadaan Tuhan sangat besar dan tak dapat dibatasi. Sekalipun terkadang kita membatasinya dengan mengurung Tuhan pada tempat-tempat tertentu seperti berpikir bahwa Tuhan hanya ada di dalam gedung gereja.

Covid 19 menyadarkan kita bahwa bukan gedung gereja megah dan mewah yang Tuhan perlukan untuk diri-Nya. Tuhan tidak hanya hadir dalam ruangan tertentu, tetapi Tuhan juga bisa hadir di rumah, Tuhan bisa hadir di mana saja untuk disembah. Tuhan memerlukan hati kita yang mau menyembah-Nya serta meminta kita untuk setia kepada-Nya. Tuhan menantikan kita datang kepada Nya dan memanggil kita yang telah merdeka untuk melayani-Nya dengan sepenuh hati, tulus dan jujur.

Tuhan pencipta alam semesta, berkuasa penuh atas seluruh kehidupan ini, karena itu sepatutnya kita memercayakan seluruh kehidupan kepada Tuhan dengan tetap percaya bahwa Tuhan dengan tangan-Nya yang penuh kuasa pasti berkenan memberkati hidup kita. Karena itu sebagai orang yang telah dimerdekakan dari dosa, kita diingatkan untuk tidak membatasi Tuhan dengan pikiran kita yang terbatas., tetapi terus percaya dan bersyukur bahwa Tuhan sanggup melakukan apa pun.

GB. 245 : 1

Doa : (Kami adalah buatan tangan-Mu. Mohon kiranya Engkau senantiasa memberkati hidup kami)

MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 14 Agustus 2021

Renungan Malam

GB. 260 : 1 – Berdoa

BERTOBATLAH!

Kisah Para Rasul 7 : 51 – 53

Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya (ay. 53)

Stefanus menutup pidatonya dengan menunjukkan secara terbuka kesalahan orang-orang Yahudi yaitu tidak mau menuruti hukum Taurat. Padahal hukum Taurat adalah kebanggaan bagi orang Yahudi yang memahami bahwa ketaatan dan kesetiaan melaksanakan hukum Taurat merupakan jalan keselamatan. Hal ini hampir sama dengan pemahaman kita saat sekarang. Banyak orang begitu bangga dengan keselamatan yang telah diterima sebagai anugerah dari kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Namun dalam kenyataannya tidak juga mau melakukan ajaran Tuhan Yesus dalam hidup ini. Dengan bangga menyebutkan diri sebagai anak-anak Tuhan namun tidak sungguh-sungguh mengerjakan keselamatan yang telah diterima bahkan dengan berani dan tanpa malu melanggar perintah dan ajaran Tuhan. Karena itu periksalah perilaku dan sikap hidup kita masing-masing. Terbukalah untuk menggugat diri sendiri, maka kita akan menemukan sejumlah pelanggaran, kesalahan dan dosa yang tak terhitung serta menjadi sebuah kesenangan yang dinikmati dan menganggap wajar karena orang lain pun melakukannya.

Sudah merdekakah kita, jika masih membiarkan diri kita dikung-kung oleh keinginan untuk melakukan pelanggaran bahkan kita mengijinkan diri terus dibelenggu oleh sakit hati dan dendam, kebencian dan kemarahan?. Ingatlah bahwa Kristus Yesus telah memberikan diri-Nya agar kita mendapatkan kemerdekaan. Kita adalah orang-orang merdeka yang memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan perintah Tuhan.

Menutup pekan ini dengan memasuki malam, maka setiap pribadi harus berani untuk melakukan pertobatan dalam dirinya. Membangun pemahaman tentang diri sebagai orang merdeka yang merupakan perantara untuk menerima dan menyampaikan pesan Firman Tuhan kepada sesama, sehingga memiliki komiten untuk tahu berterima kasih kepada Tuhan melalui kehidupan yang terus menerus diper-baharui untuk menjadi seperti yang Tuhan Yesus inginkan.

GB. 270 : 1

Doa : (Tuhan, tolong mampukan kami menjadi orang merdeka yang mau menjadi penerima dan penyampai firman-Mu)

Scroll to Top