HARI MINGGU XV SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 13 September 2020
Renungan Pagi
GB. 61 : 1, 2 – Berdoa
MAKNA NASIHAT DAN PERINGATAN
Amsal 1 : 8 – 19
“Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu” (ay. 8)
Salomo adalah raja Israel yang sangat menaruh perhatian dalam pembentukkan iman dan karakter orang muda. ltulah sebabnya, kita menemukan berbagai pengajaran Salomo dalam kitab Amsal. Bagi Salomo, ada 2 hal yang perlu dimiliki oleh orang muda di dalam menjalani kehidupannya: (1) hidup takut akan Tuhan, maksudnya hidup dalam pengenalan akan Tuhan dan melakukan segala sesuatu sesuai kehendak-Nya; dan (2) mendengar berbagai nasihat dan peringatan, yang salah satunya terdapat dalam perikop bacaan kita hari ini.
Salomo menekankan pentingnya sikap mendengar nasihat orangtua yang mengandung didikan dan pengajaran bagi orang muda. Kehidupan orang muda akan bernilai dan berharga manakala ia melekatkan hidupnya pada didikan ayah dan ajaran ibunya (ay.8-9). Tentu saja, hal ini harus dimulai dari sikap hidup orangtua yang penuh kasih, perhatian dan menjadi teladan.
Selain itu, Salomo memberikan peringatan kepada orang muda mengenai lingkungan yang bisa membawa pengaruh buruk baginya (ay. 10-19). Kehidupan orang muda rentan terhadap godaan dan jebakan dosa. Hal ini bisa ia temukan dalam lingkungan pergaulan di manapun dia berada. Tidak heran, Salomo menegaskan orang muda untuk bijaksana dalam bersikap dan berani menolak dengan tegas segala perbuatan buruk yang bisa merusak dirinya dan orang lain (ay.1 5).
Marilah kita bersikap dan mengambil peran dalam mendidik dan mengajar orang muda, mulai dari keluarga kita. Bekalilah mereka dengan segala nasihat dan peringatan yang sesuai dengan firman Tuhan, sehingga hidup mereka berdampak positif bagi sesama manusia dan ciptaan Iainnya, terlebih memuliakan nama Tuhan.
GB. 61 : 3, 4
Doa : (Ya Kristus, ajarkanlah kami untuk melakukan Firman-Mu)
HARI MINGGU XV SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 13 September 2020
Renungan Malam
GB. 19 : 1, 2 – Berdoa
MENDENGARKAN HIKMAT, MENUAI BERKAT
Amsal 1 : 20 – 33
“Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman…” (ay. 33)
Dalam pergaulan sehari-hari, sikap yang baik selalu merupakan dambaan setiap orang. Sikap tersebut tentu terinspirasi dari pengetahuan yang mengandung nilai yang diterima di tengah keluarga, gereja maupun masyarakat. Setelah sepanjang hari kita beraktifitas, teristimewa kita ada dalam persekutuan dengan Tuhan dan sesama dihari Minggu ini, sikap baik apa saja yang sudah kita wujudkan? Apa yang menjadi pegangan bagi kita dalam mewujudkan sikap baik itu? Apakah ukuran yang dipakai merupakan norma-norma agama, adat istiadat, maupun nilai yang mengatur tingkah laku seseorang dalam konteks kehadirannya sehingga perilakunya disebut “baik” karena sesuai dengan ukuran tersebut?
Ketika kita membaca kitab Amsal kita akan temukan petuah, nasihat, peraturan, perintah yang diwariskan turun temurun. Semua itu merupakan Hukum Moral bagi umat yang hidup takut akan Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan, selalu memiliki kesediaan untuk mendengarkan petuah, nasihat dan ajaran tentang hikmat. Hikmat adalah pengetahuan dan pengertian tentang apa yang benar, adil, tulus, jujur. Hikmat itu pemberian Tuhan bagi orang yang taat dan menghormati Dia. Orang yang memperhatikan hikmat sedemikian rupa akan aman dan menjalani kehidupan dengan bahagia. Berkat Tuhan melingkupi dirinya. Bandingkan sikap Maria dalam Lukas 10 : 39. la memilih yang terbaik, mendengar perkataan Yesus. Perkataan yang mengandung ajaran Hikmat. Sebaliknya orang bebal akan dibinasakan karena menolak peringatan dan nasihat hikmat.
Mari membaringkan tubuh, melepas lelah dalam peristirahatan malam dengan hati yang bersyukur karena berkat Tuhan saudara terima sebagai buah dari pendengaran akan hikmat AlIah di dalam Kristus.
GB. 19 : 3
Doa : (Ya Allah sumber hikmat, terimalah syukur umat-Mu atas hikmat yang Engkau anugerahkan)
