MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 14 Oktober 2021

Renungan Pagi

GB. 87 : 1 – Berdoa

GEREJA YANG BERSYUKUR

1 Korintus 10 : 1 – 10

Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. (ay. 10)

Firman Tuhan pada hari ini berisikan uraian Paulus mengenai sikap umat Israel dalam perjalanan di padang gurun yang melakukan tindakan-tindakan jahat dan menyakiti hati Tuhan. Sikap umat Israel itu adalah menyembah berhala, melakukan percabulan, mencobai Tuhan dan bersungut-sungut. Namun pagi ini, kita akan menyoroti masalah bersungut-sungut.

Paulus melarang jemaat Korintus untuk bersungut-sungut seperti yang dilakukan oleh nenek moyang Israel saat melakukan perjalanan di padang gurun. Bersungut-sungut merupakan salah satu sikap yang selalu ditunjukkan umat Israel ketika menghadapi kesulitan dalam perjalanan di padang gurun. Padahal Tuhan telah memelihara dan menjaga mereka dengan berbagai peristiwa yang ajaib. Namun demikian, umat Israel sulit untuk mengucap syukur dan kerap kali bersungut-sungut ketika menghadapi tantangan serta hambatan yang mereka temui di tengah padang gurun. Rasul Paulus mengambil contoh ini berdasarkan kesaksian kitab Bilangan 16 : 41-50, perihal pemberontakan Korah, Datan dan Abiram mewakili beberapa umat Israel yang selalu tidak puas dengan keadaan hidup di padang gurun. Bersungut-sungut yang dimaksud di sini adalah bahwa umat Israel mengeluh dengan menunjukkan suatu sikap sebagai bentuk memberontak terhadap Tuhan. Ayat 10 menyatakan, bahwa beberapa orang yang bersungut-sungut ini, termasuk Korah, Datan dan Abiram dibinasakan oleh malaikat maut.

Sebagai Gereja, kita diingatkan jangan gampang mengeluh dan bersungut sungut saat menjumpai realitas kehidupan yang sulit dan berat. Dengan iman dan keyakinan akan kasih Tuhan Yesus Kristus, kita harus selalu menjadi Gereja yang bersyukur dalam segala situasi termasuk, ketika mengalami peristiwa yang menyesakkan dan menyedihkan. Mari kembangkan hidup yang bersyukur. Jauhilah sungut-sungut, agar kita diberkati-Nya.

GB. 87 : 3

Doa : (Ya Tuhan Yesus, tolong jauhkan kami dari sikap bersungut-sungut. Mohon mampukan kami menjadi Gereja yang bersyukur)

MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 14 Oktober 2021

Renungan Malam

KJ. 419 : 1 – Berdoa

MENYIKAPI PENCOBAAN

1 Korintus 10 : 11 – 13

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (ay. 13)

Melanjutkan uraiannya mengenai nenek moyang Israel, Firman Tuhan pada malam hari ini hendak menggarisbawahi harapan Paulus agar jemaat Korintus memetik pelajaran dari pengalaman Israel yang sering goyah iman dan jatuh dalam dosa karena kenyataan hidup yang sulit di padang Gurun.

Secara khusus pada ayat 13, Paulus mengingatkan jemaat Korintus agar memiliki sikap yang benar ketika diperhadapkan pada berbagai bentuk pencobaan. Pencobaan disini adalah situasi atau peristiwa dalam hidup yang penuh godaan dan ujian terhadap kehidupan beriman, apakah tetap setia kepada Tuhan atau tidak? Paulus menegaskan, pencobaan yang mereka alami, pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Artinya, pencobaan itu masih sesuai dengan kekuatan manusia. Namun, dalam hal ini bukan berarti sesuai dengan kekuatan manusia tanpa pertolongan Allah. Sebab hanya Allah yang dapat memberi kemampuan dan kekuatan untuk mengatasi pencobaan-pencobaan yang datang dalam kehidupan jemaat. Jemaat Korintus harus percaya, ketika dicobai, Tuhan akan memberikan jalan keluar yang tepat sehingga mereka dapat mengatasinya.

Sebagai insan GPIB kita diingatkan untuk memiliki sikap yang benar ketika cobaan hidup menerpa. Hati yang sungguh-sungguh terarah hanya kepada Kristus yang setia itu akan memberikan kekuatan untuk dapat mengatasi godaan dan ujian, sehingga iman kita tetap teguh, tak goyah dan tidak jatuh dalam perbuatan dosa. Memang tidak mudah untuk menyikapi pencobaan itu dengan benar dan sesuai cara Tuhan. Namun demikian, dengan kedewasaan iman yang bertumbuh dari pengenalan akan Kristus Yesus melalui persekutuan pribadi dan ibadah jemaat, kita pasti dimampukan untuk mengambil sikap serta keputusan yang benar ketika pencobaan itu terjadi dalam kehidupan ini.

KJ. 419 : 4

Doa : (Tuhan Yesus, mohon mampukan kami menyikapi setiap pencobaan dengan benar, agar tidak jatuh dalam perbuatan dosa)

Scroll to Top