MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 13 Oktober 2020
Renungan Pagi
KJ. 52 : 1, 2 – Berdoa
MENGENAL TUHAN LEWAT FIRMAN-NYA
Hosea 8 : 11 – 12
“Sungguh Efraim telah memperbanyak mezbah; mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa” (ay. 11)
Pada umumnya masyarakat lebih tertarik kepada ritus (upacara) keagamaan ketimbang mempelajari kehendak Allah yang tertulis dalam kitab suci. Hal ini juga berlaku dikalangan umat Israel pada zaman Hosea. Tuhan menyatakan bahwa umat Israel telah memperbanyak mezbah-mezbah. Mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa (ay.11). Bagi bangsa itu telah disediakan pengajaran dari firman Tuhan, tetapi mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang asing (ay.12). Karena itu mereka tidak begitu memperdulikannya.
Mezbah-mezbah itu membuat Israel berdosa karena digunakan untuk pemujaan dewa-dewi bangsa-bangsa di Kanaan dan sekitarnya. Dengan memperbanyak mezbah, maka bangsa Israel semakin memuja dewa-dewi Kanaan. Dengan begitu mereka semakin meninggalkan Tuhan dan melanggar kehendak-Nya. Dulu sesudah bangsa itu keluar dari Mesir, mereka berjanji setia kepada Tuhan. Sekarang mereka tidak lagi setia kepada Tuhan. Dengan menganggap bahwa pengajaran tertulis dari Tuhan (Kitab Suci atau Alkitab) sesuatu yang asing, dengan begitu mereka tidak mau mendengar dan mempelajari firman Tuhan. Umat Israel hidup dalam dosa. Mereka tidak setia menjadi umat Tuhan dan tidak suka memahami kehendak-Nya.
Tuhan tidak berkenan jika umat-Nya melanggar janji setianya Kepada-Nya dan kurang mengenal kehendak-Nya dalam kitab suci. Berdasarkan praktek hidup beriman, maka dapat disimpulkan bahwa ketidaksetiaan kepada Tuhan merupakan akibat dari ketidaktahuan dan ketidakpahaman akan firman maupun kehendak-Nya. Karena itu, marilah kita mengembangkan tatanan dan kegiatan berjemaat yang dapat dipertanggung-jawabkan secara teologis, alkitabiah dan gerejawi.
KJ. 52 : 3
Doa : (Ya Tuhan, firman-Mu itu pelita bagi hidup setiap orang. Tolong kami agar rajin membaca Alkitab dan melakukannya.)
MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 13 Oktober 2020
Renungan Malam
GB. 21 – Berdoa
BERIBADAH TANPA KETAATAN
Hosea 8 : 13 – 14
“Israel telah melupakan Pembuatnya … ” (ay. 14a)
Salah satu pernyataan Tuhan mengenai keadaan umat-Nya pada zaman nabi Hosea ialah, “Israel telah melupakan Pembuatnya” (ay. 14a). Pernyataan Tuhan ini menunjukkan bahwa keadaan umat Israel pada zaman itu sudah begitu parah secara moral. Tuhan menyebut diri-Nya “Pembuat” Israel. Dengan demikian Tuhan menegaskan kepada bangsa Israel, bahwa mereka ada karena Dia. Tanpa Dia, mereka tidak ada. Walaupun demikian, bangsa itu melupakan Dia. Dengan begitu Tuhan akan mengingat kesalahan mereka.
Umat Israel rajin melakukan ritus-ritus keagamaan dengan memberikan persembahan-persembahan kurban, tetapi Tuhan tidak berkenan dengan apa yang mereka perbuat itu. Isreal mendirikan istana-istana, maksudnya villa-villa mewah milik para pejabat kaya Yehuda memperbanyak kota-kota berkubu maksudnya ialah sebagai tanda bahwa mereka merasa aman sehingga tidak butuh Tuhan, Sang Pemelihara. Israel berdosa. Tuhan akan menghukumnya dengan mengembalikannya ke Mesir. Sebab dulu Tuhan mengambil mereka dari Mesir (negeri perhambaan), sebelum dibawa menuju Kanaan (tanah terjanji).
Tuhan tidak berkenan akan apa yang mereka lakukan Tuhan menyatakan, “Sebab Aku menyukai kasih setia dan bukan kurban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada kurban-kurban bakaran (Hos 6:6, lihat juga Amos 5:21-24; Mat 7:21 ). Bangsa Israel sudah terpengaruh dengan penyembahan dewa Kanaan. Prinsipnya adalah “asal saja seluruh ritus (upacara) agama dilakukan, itu sudah cukup menjamin datangnya berkat ilahi, tanpa mempersoalkan moral mereka”. Melakukan ritus-ritus keagamaan adalah penting, karena itu diperintahkan oleh Tuhan. Namun demikian, yang lebih penting dari itu ialah melakukan yang benar dan adil. Tuhan menghendaki agar umat-Nya setia melakukan kewajiban keagamaannya dengan hidup benar dan adil.
GB. 22
Doa : (Tuhan Yesus, mohon berilah aku hati yang benar dan adil dalam beribadah kepada-Mu)
