HARI MINGGU XXV SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 14 November 2021
Renungan Pagi
KJ.366 : 1 – Berdoa
KENALLAH ALLAH DENGAN SUNGGUH DAN BENAR
Keluaran 32 : 1-6
Kemudian berkatalah mereka : “Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir! (ay. 4b)
Vox populi, vox dei adalah ungkapan dalam bahasa Latin yang terjemahannya : ‘suara rakyat adalah suara Tuhan’. Artinya suara rakyat harus dihargai sebagai penyampai kehendak ilahi. Pertanyaannya apakah benar suara rakyat adalah suara Tuhan?.
Bosan menunggu kedatangan Musa yang sedang berada di atas gunung Sinai, beberapa orang Israel mendatangi Harun yang diberi wewenang oleh Musa (Keluaran 24:14). Pada awalnya Israel sadar dan mengakui, bahwa keberhasilan mereka keluar dari Mesir dan perjalanan melewati laut Teberau sampai di Gunung Sinai karena Allah berjalan di depan mereka. Namun kemudian mereka berubah dengan berpikir bahwa ‘Allah’ itu dapat dibuat menurut kehendak atau kemauan mereka. Harun yang diberi wewenang oleh Musa, justru mendukung keinginan orang-orang Israel dengan meminta mereka mengumpulkan perhiasan emas yang dimiliki untuk bahan pembuatan patung anak lembu. Bahkan Harun di hadapan orang Israel mengumum-kan, bahwa patung anak lembu itu adalah Allah yang telah menuntun mereka keluar dari Mesir.
Di Sinai, Israel menunjukkan bahwa mereka belum sepenuhnya mengenal Allah dengan benar dan sungguh-sungguh. Perjalanan bersama dengan Allah sejak dari Mesir sampai di Gunung Sinai tidak juga membuka mata dan hati mereka terhadap Allah yang Maha-kuasa. Bagaimana dengan saudara? Sudahkah dalam pergumulan hidup ini mengenal Allah dengan benar dan sungguh-sungguh? Mengenal Allah dengan benar dan sungguh-sungguh tidak akan membuat kita jatuh oleh berbagai godaan bahkan pergumulan. Sebaliknya dengan mengenal Allah yang benar dan sungguh-sungguh, hidup kita akan bermakna bagi sesama dan di hadapan Allah. Karena itu janganlah pernah kita merekayasa atau menggantikan Allah dengan apapun, karena Ia lebih besar dan berkuasa dari apapun di dunia ini.
KJ. 366 : 3
Doa : (Tuhan Yesus, mohon bimbinglah kami agar dalam hidup ini mengenal-Mu dengan benar dan sungguh-sungguh)
HARI MINGGU XXV SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 14 November 2021
Renungan Malam
KJ.328 : 1 – Berdoa
PEKA MENGHADAPI KRISIS
Keluaran 32 : 7 – 14
Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya … (ay.11)
“Krisis, kata yang seringkali disebut ketika sedang berha-dapan dengan keadaan yang berbahaya, genting atau suram (band. KBBI). Keadaan inilah yang sedang mengancam Israel ketika mereka berada di sekitar gunung Sinai. Keadaan krisis yang bukan disebabkan oleh bangsa lain tetapi oleh TUHAN Allah sendiri. Allah Maha-kuasa melihat bahwa Israel telah mengingkari janji mereka sebelumnya untuk hanya menyembah Allah. Mereka membuat patung lembu emas dan mengakuinya bahwa itulah ‘Allah’ yang telah membawa mereka keluar dari Mesir serta menyembahnya. Tindakan Israel ini sama saja menyatakan bahwa mereka tidak mengakui TUHAN Allah.Tidak berlebihan jika Allah murka dan akan membinasakan mereka. Allah tidak berkenan atas tindakan umat yang mengingkari janji, menduakan-Nya apalagi melupakan Nya. Pernyataan ini mau menegaskan bahwa bukan patung tetapi Allah yang berkuasa atas Israel umat-Nya. Tanpa Allah dan kuasa-Nya, Israel pasti akan binasa. Karena itu ketika Allah murka, Israel berada dalam keadaan krisis.
Musa tahu betul apa yang akan terjadi terhadap Israel ketika Allah murka. Karena itu di tengah krisis yang mengancam, Musa dengan kerendahan hati memohon belas kasih Allah dengan menyampaikan tentang sumpah demi nama Allah yang telah disampaikan kepada Abraham, Ishak dan Israel (Yakub). Karena kehendak kasih-Nya serta kesetiaan-Nya pada janji, Allah berkenan melepaskan Israel dari malapetaka yang dirancangkan-Nya. Itu berarti Allah berkenan membebaskan Israel dari krisis karena murka-Nya.
Musa mengingatkan kita bahwa Allah itu Maha-kuasa dan Maha-kasih. Pada-Nya selalu ada pengampunan bagi setiap umat yang datang kepada-Nya dengan penuh kerendahan hati dan penyesalan. Pada bagian lain Musa mengajarkan kita untuk memiliki ‘kepekaan’ terhadap pergumulan sesama atau bangsa yang sedang diperhadapkan dengan krisis dengan berdoa kepada Allah.
KJ. 328 : 2
Doa : (Tuhan, Engkau Maha-pengampun. Mohon berilah kami hati yang memiliki kepekaan terhadap krisis yang dialami sesama)
