MINGGU V PRAPASKAH
Senin, 14 Maret 2022
Renungan Pagi
KJ. 364 : 1,2 – Berdoa
SIKAP HATI MEMPENGARUHI HASIL
Markus 7 : 24 – 30
Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “karena kata-katamu itu, pergilah sekarang, setan itu sudah keluar dari anakmu (ay. 29)
Pengalaman dari banyak orang telah membuktikan betapa pentingnya pengembangan sikap mental positif terhadap segala hal. Norman Vincent Peale, seorang yang mengajarkan pola berpikir positif mengatakan “berpikirlah positif, berbuatlah positif, bayangkanlah yang positif, maka hasil yang gemilang akan menjadi milik anda.” Bersikap positif berhubungan erat dengan hasil baik yang akan kita peroleh. Di saat kita berpikir atau mengambil suatu sikap apakah itu sikap positif atau negatif maka sikap itu akan mempengaruhi tindakan kita.
Perempuan Siro-Fenisia memiliki sikap yang patut kita teladani, khususnya ketika ia seolah-olah dilecehkan atau dihina oleh Yesus dengan kata-kata yang begitu tajam. Terhadap perkataan Yesus, perempuan ini tidak putus asa ataupun merasa terluka lalu pergi meninggalkan Yesus untuk mencari sumber pertolongan lain yang bisa berlaku Iebih sopan terhadapnya. Perempuan itu menyikapi kata-kata Yesus dengan positif dan tidak tersinggung ataupun marah. Seandainya perempuan itu menanggapi perlakuan Yesus secara negatif Ialu marah dan pergi meninggalkannya, tentu anaknya tidak akan pernah menerima kesembuhan dari Yesus. Keputusan yang diambil untuk bertahan, membuat perem puan itu menerima hasil yang gemilang.Yesus pun memperhitungkan sikap positif perempuan itu sebagai iman yang besar sehingga terjadilah kepadanya seperti yang ia kehendaki.
Iman berbicara tentang sikap positif manusia terhadap Tuhan yaitu bagaimana kita harus mempercayai Dia sekalipun tidak ada dasar untuk berharap. Sikap seperti inilah yang akan menggerakkan Tuhan untuk menyatakan kuasa-Nya. Ada saat-saat tenentu di dalam hidup kita, ketika Tuhan seolah-olah tidak peduli. Orang yang bersikap positif tidak akan berprasangka buruk dan kecewa terhadap-Nya. Mereka akan terus percaya dan berharap sampai akhirnya menerima apa yang diharapkan dari Tuhan.
KJ. 364 : 3,4
Doa: (Bapa, sekalipun kenyataan hidup seringkali tidak sesuai dengan yang diharapkan, aku tetap percaya pada-Mu)
MINGGU V PRAPASKAH
Senin, 14 Maret 2022
Renungan Malam
KJ. 149 : 1,2 – Berdoa
DENGAR DENGAN BENAR
Markus 7 : 31 – 37
Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya…. (ay. 35)
Salah satu faktor yang seringkali menjadi sumber masalah dalam kehidupan kita adalah kebanyakan orang lebih suka berbicara daripada mendengar. Orang suka sekali berkomentar, protes, mengkritik, menghakimi, juga membicarakan keburukan sesamanya (bergosip), saling beradu argumen atau berdebat dan sebagainya. Betapa banyak keluarga yang hancur, hubungan suami dan isteri, orang tua dan anak, kakak dan adik yang tidak lagi harmonis karena sering cekcok, tak bisa menahan bicaranya dan tak ada yang mau mengalah. Begitu pula dalam kehidupan bermasyarakat atau bernegara. Masalah seringkali terjadi karena pemimpinnya banyak bicara tapi sedikit kerja, sering bertikai dan berselisih paham serta suka sekali memaksakan kehendaknya pada orang lain.
Bacaan ini adalah tentang peristiwa Yesus menyembuhkan seorang tuli dan gagap. Yesus memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu lalu la meludah dan meraba lidah orang itu, sambil menengadah ke langit. Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!” artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepaslah pula pengikat lidahnya, lalu ia berkatakata dengan baik.
Dengan menyembuhkan telinga orang itu, Yesus mau menyatakan bahwa Ia menyembuhkan dan mengangkat kemampuan pendengaran manusia untuk sanggup mendengarkan Sabda Allah. Kata Tuhan: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk 11:28).” Dengan menyembuhkan orang tuli dan bisu itu, orang itu bukan saja sembuh, tetapi juga diselamatkan.
Saat malam menjadi bagian dalam hidup kita, mari belajar untuk lebih peka mendengar suara-Nya. Pakailah kedua telinga yang Tuhan berikan untuk mendengar dengan baik, terlebih mendengar kebenaran firman-Nya. Mintalah Tuhan menolong agar keselamatan yang telah diberikan-Nya mendorong kita menjadi alat di tangan-Nya.
KJ. 149 : 3,4
Doa : (Tuhan Yesus, bukalah telingaku agar mendengar panggilan-Mu dan hatiku pun dapat menanggapi panggilan-Mu dengan iman)
