MINGGU I SESUDAH EPIFANI
Jumat, 14 Januari 2022

Renungan Pagi

KJ. 462 : 1,3 – Berdoa

JANGANLAH SOK MENGATUR TUHAN

Bilangan 23 : 13 – 30

Tetapi Bileam menjawab Balak: “Bukankah telah kukatakan kepadamu: Segala yang akan difirmankan Tuhan, itulah yang akan kulakukan”. (ay. 26) 

Balak mengira Allah Israel bisa dibujuk rayu seperti para ilah dengan cara mempersembahkan sesuatu. Karena itu, Balak mengajak Bileam ke puncak gunung Pisga untuk melihat sisi lain dari pasukan Israel. Harapannya Bileam mau akan berubah dan mengutuki Israel (ay. 13). Bileam pergi bersama Balak. Seperti biasa, Bileam meminta Balak mendirikan tujuh mezbah dan seekor lembu jantan dan domba jantan di atas setiap mezbah. Sementara Balak berdiri di sisi mezbah korban bakaran, Bileam pergi menanyakan Tuhan dan Tuhan menaruh perkataan-Nya di dalam mulut. Ketika kembali dan Balak bertanya, “Apakah yang difirmankan Tuhan?” Bileam meminta Balak mendengar. Bileam menjelaskan bahwa Tuhan bukanlah manusia yang bisa berdusta. Tuhan tidak berubah dan selalu menggenapi firman-Nya. la mengutus Bileam untuk memberkati dan tidak bisa dibalikkan oleh Bileam. Tuhan berkuasa atas segala sesuatu. Tidak seorang pun dapat mempengaruhi Dia. Tuhan menyertai bangsa Israel sejak keluar dari Mesir sehingga tidak ada mantera atau tenungan yang mempan terhadap mereka.

Balak menyadari bahwa Bileam tidak bisa dipengaruhi ikut keinginannya. la minta Bileam jika tidak mengutuk Israel baginya, jangan juga memberkati mereka. Bileam menjawab Balak bahwa ia hanya dapat mengucapkan apa yang difirmankan Tuhan kepadanya. Balak mengajak Bileam ke tempat lain lagi, yaitu puncak gunung Peor dan membangun mezbah persembahan. Balak mengira bahwa Allah bisa disuap, sehingga mau mengubah rencana dan kehendak-Nya atas umat Israel.

Orang Kristen pun masih banyak yang seperti Balak, yakni memiliki kecenderungan ingin mengatur Tuhan sesuai kemauan kita. Harus kita sadari bahwa bagaimanapun manusia berupaya. Tuhan tetap akan melaksanakan kehendak-Nya. Manusia dapat membuat banYak rancangan, tetapi keputusan Tuhanlah yang akan terlaksana (Ams. 19:21). Manusia sering tidak menyadari betapa tidak berdaya dirinya, namun terus berupaya melawan dan mau mengatur Tuhan.

KJ. 417 : 1,2 

Doa : (Ampuni kami Tuhan, jika kami cenderung ingin agar Tuhan memenuhi keinginan dan kehendak kami)

MINGGU I SESUDAH EPIFANI
Jumat, 14 Januari 2022

Renungan Malam

GB. 156 : 1 – Berdoa

TUHAN MENENTUKAN SEJARAH

Bilangan 24 : 1 – 9 

Ketika Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah …… (ay. 2) 

Kekuatan apa pun yang dimiliki manusia tidak akan dapat menghalangi gerak maju Allah dalam mewujudkan rencana-Nya di dunia ini. Untuk ketiga kalinya Allah menaruh ucapan berkat ke dalam mulut Bileam, yang sebenarnya oleh Balak telah dibayar untuk menyampaikan kutuk dari kekuatan tenungnya. Pada ucapan ketiga, Bileam memuji-muji keindahan, kelimpahan dan kekuatan Israel.

Walau dimarahi berkaIi-kali oleh Balak, Bileam tetap tunduk pada kedaulatan Allah. Beberapa nubuatan terjadi, ketika Allah membentangkan tindak penyelamatan yang akan Dia lakukan. Nubuatan tersebut bagaikan nubuat mesianis, sebab membicarakan tentang bintang dan tongkat kerajaan yang akan keluar dari keturunan Yakub. Hal itu akan terjadi jauh di depan zaman Bileam. Sesudah mengucapkan nubuat mesianis, Bileam kembali diberi Tuhan kata-kata yang menguraikan kejayaan Israel dalam zaman tersebut. Israel akan dapat merebut tanah perjanjian karena Tuhan. Semua bangsa akan mengakui kedaulatan perbuatan Allah dalam perjalanan hidup umat-Nya.

Hidup ini penuh dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi dan menjadi sejarah. Apakah itu sejarah kelam .maupun dikancah pertarungan terang. Kita sebagai orang beriman, patutlah mempercayai bahwa Allah tengah menggenapi maksud kekaI-Nya di dalam dan melalui gereja, umat-Nya. Karena itu, marilah kita menatap masa depan dengan makin sungguh pada Tuhan, yang sesungguhnya adalah satu-satunya pengharapan bagi dunia.

Mari belajar dari tindakan Bileam, memilih untuk tetap setia kepada Tuhan, walau ada kalanya itu membuat kita kehilangan kesempatan beroleh kenikmatan dunia. Kita jangan takut, karena Tuhan tetap memelihara dengan berkat-Nya. Kita tidak akan semakin diberkati, bila tetap hidup setia kepada Tuhan.

GB. 341 : 1

Doa : (Tuhan yang menentukan sejarah, ajar kami mempercayai kedaulatan-Mu. Rencana Tuhan adalah damai sejahtera. Biarlah kami semakin patuh kepada-Mu)

Scroll to Top