MINGGU VI SESUDAH EPIFANI
Senin, 14 Februari 2022

Renungan Pagi

KJ. 50a : 1,2 – Berdoa

CEPAT UNTUK MENDENGAR

Yakobus 1 : 19 – 21 

…setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata… (ay.19)

Mendengar dilakukan dengan menggunakan telinga, berkatakata dengan menggunakan mulut. Telinga dan mulut sama-sama ciptaan Tuhan. Dan semua ciptaan Tuhan baik adanya. Tidak mungkin Tuhan menciptakan sesuatu yang tidak baik dan menempatkannya pada tubuh kita.

Manusia adalah mahkota ciptaan. Sesuatu yang sangat mulia. Telinga dan mulut bagian dari sesuatu yang mulia itu. Sepatutnyalah keduanya digunakan untuk haI-hal yang mendatangkan kebaikan bagi orang Iain dan memuliakan Tuhan.

Pada kenyataannya tidaklah selalu demikian. Yakobus mengingatkan umat Tuhan di perantauan agar mereka cepat untuk mendengar dan lambat untuk berkata-kata. Hal ini penting dalam keberadaan mereka di tengah masyarakat yang beragam latar belakangnya. Lambat berkata-kata membuat mereka terhindar dari amarah. Amarah dapat merugikan mereka sendirii; “amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah” (ay. 20). Sebaliknya, cepat untuk mendengar membuat mereka hadir penuh empati. Berempati kepada mereka yang berkata-kata tentu membuat relasi di antaranya terjalin dengan baik. Hal itu juga berlaku dalam relasi dengan Tuhan.

Kesediaan untuk cepat mendengarfirman-Nya, dimulai dengan mem buka hati untuk diisi dengan firman-Nya. Hati yang terbuka dan terisi dengan kebenaran firman TUHAN adalah hati yang menjadikan relasi kita dengan Tuhan terbina dengan baik. Relasi yang baik dengan Tuhan membuat relasi kita dengan sesame juga menjadi baik. Segala yang negatif seperti amarah, hal yang kotor, kejahatan dan Iain-lain, tidak Iagi muncul dari diri kita. Cepat mendengar firman menjadikannya tertanam di dalam hati. Firman Tuhan tidak hanya berkuasa menyelamatkan jiwa tetapi juga membuat sikap yang keras menjadi lemah lembut.

KJ. 50a : 3,4 

Doa : (Ya Tuhan, berilah kami kesediaan untuk cepat mendengar. Baik mendengar perkataan sesama terlebih dalam mendengar firman-Mu)

MINGGU VI SESUDAH EPIFANI
Senin, 14 Februari 2022

Renungan Malam

GB. 69 : 1 – Berdoa

MENDENGAR DAN MELAKUKAN

Yakobus 1 : 22 – 25 

ia tekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya tetapi sungguh-sungguh melakukannya (ay.25)

Banyak hal telah kita dengar. Mendengar nasihat orang tua, masukan dari teman, usulan dalam rapat yang kita pimpin, kiriman video kata-kata bijak bahkan firman Tuhan dalam berbagai ibadah yang kita hadiri. Semua hal itu bersifat positif. Apakah kita melakukannya? Belum tentu. Kadang hanya masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Tidak ada yang turun ke hati dan menggerakkan kita untuk melakukannya. Mengabaikannya membuat kita mengalami berbagai kesulitan. Mengabaikan nasihat orang tua untuk tidak kebutkebutan membuat seorang anak mengalami kecelakaan.

Kasih sebagai ciri hidup orang Kristen sudah seringkali dikhotbahkan. Pertengkaran dan perselisihan hebat kerap terjadi juga. Bahkan di dalam Gereja di antara sesama pelayan. Mendengar dan melakukan memang saling terkait. Namun sifat keduanya berbeda. Mendengar lebih bersifat pasif sedangkan melakukan bersifat aktif. Umat Tuhan perlu bersifat aktif. Itu menjamin terciptanya relasi yang baik dengan masyarakat sekitar. Mereka harus secara aktif membangun relasi agar kehadiran mereka, sebagai umat di perantauan, dapat diterima dengan baik dan tidak menjadi batu sandungan.

Kesediaan mendengar dan melakukan firman Tuhan dengan sungguh melahirkan perbuatan positif. Perbuatan kita yang positif tentu menyenangkan bagi orang lain. Relasi semakin terjalin dengan baik. Kita pun menikmati kebahagiaan karenanya. Yang tertulis Dada ayat 25 menjadi kenyataan: ”ia akan berbahagia oleh Perbuatannya. ”

Kebahagiaan sesuatu yang sangat kita dambakan. Kebahagiaan datang karena perbuatan kita yang positif. Perbuatan positif lahir dan‘ kesediaan kita untuk mendengar dan melakukan firman Tuhan dengan sungguh.

GB. 69 : 2

Doa : (Ya Tuhan izinkanlah kami menikmati kebahagiaan dalam kesediaan untuk mendengar dan melakukan firman-Mu dengan sungguh)

Scroll to Top