MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Sabtu, 13 Februari 2021
Renungan Pagi
GB. 16 : 1 – Berdoa
KECAMAN YESUS TERHADAP ORANG FARISI
Lukas 11 : 37 – 44
Tetapi Tuhan berkata kepadanya : “Kamu orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan”. (ay. 39)
Di masa pandemi Covid-19, tiap orang diwajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker maupun menjaga jarak. Anjuran ini diharapkan, agar seluruh lapisan masyarakat dapat mematuhinya demi keselamatan bersama. Kelalaian mengikuti protokol kesehatan akan dikenakan sanksi, sehingga pada lokasi tertentu dituliskan misalnya “area wajib masker”. Apakah sikap Yesus saat diundang oleh seorang Farisi untuk makan di rumahnya menunjukkan ketidaktaatan-Nya kepada hukum Yahudi ? Apa sesungguhnya maksud tindakan Yesus serta kecaman yang ditujukan-Nya kepada orang-orang Farisi?
Lukas menuliskan keheranan orang Farisi, ketika Yesus tidak terlebih dahulu mencuci tangan. Padahal dalam tradisi Yahudi, hal mencuci tangan sebelum makan adalah wajib hukumnya. Namun demikian, melalui kecaman, Yesus memperlihatkan, bahwa la menghendaki adanya kekudusan hidup baik dari luar maupun dalam diri seseorang. Dengan menyinggung soal persepuluhan, kedudukan terhormat maupun kuburan berlabur putih, Yesus sedang memberikan pengajaran tentang hal penting dan sangat utama yaitu keadilan dan kasih, kerendahan hati, serta kekudusan hidup yang berdampak positif bagi hidup orang lain.
Janganlah berpura-pura saleh dengan berbagai peraturan agama padahal keadaan sebenarnya ibarat kuburan berlabur kapur putih namun isinya najis atau sudah busuk. Perilaku seseorang yang hidup sebagai warga Kerajaan Alah harus mencerminkan ketulusan dan kesucian hidup dari dalam maupun luar diri. Mari jalani hidup di sepanjang hari ini dengan melibatkan Kristus, agar kemunafikan, keangkuhan menjauh, dan kasih yang tiada batas mendominasi perjalanan hidup, sehingga kita dapat menjadi berkat bagi sesama baik sekarang maupun waktu yang akan datang.
GB. 50 : 1,2
Doa : (Ya Kristus, tolong sucikan dan bentuklah hidup kami sebagai manusia yang memiliki kasih dan kerendahan hati)
MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Sabtu, 13 Februari 2021
Renungan Malam
GB. 19 : 1,2 – Berdoa
REPUTASI BURUK DIKECAM YESUS
Lukas 11 : 45 – 54
Tetapi Ia menjawab : “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat sebab kamu…. (ay. 46)
Berbicara tentang reputasi, berarti kita membahas gambaran tentang seseorang yang sedang tampil dan menunjukkan citra dirinya. Citra itu sendiri merupakan kesan terhadap fakta yang diterima berdasarkan pengetahuan atau informasi yang akurat. Baik buruknya reputasi seseorang bergantung pada bagaimana orang memaknai perilakunya sesuai aturan yang berlaku, baik itu berhubungan dengan agama, moral, etika maupun adat istiadat.
Ahli-ahli Taurat adalah kelompok cendekiawan Yahudi yang memiliki keahlian dalam menafsir kitab suci, membuat peraturan dan hukum atau ketentuan tambahan bagi kepentingan keagamaan umat Yahudi. Memperhatikan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai ahli kitab, maka secara langsung kita dapat mempersepsikan diri mereka sebagai orang yang memiliki citra yang baik. Namun demikian, mengapa Yesus mengecam hidup keagamaan mereka? Bukankah mereka adalah pengajar-pengajar Yahudi yang memiliki kedudukan terhormat?
Seorang yang memiliki reputasi baik akan menghadirkan sikap yang terpuji. Hidup keagamaannya paling tidak menunjukan adanya kesalehan sebagai rasa hormatnya kepada Allah. Dengan tegas Yesus mengecam perilaku mereka yang suka membebani umat dengan banyak peraturan tambahan, namun tidak bersedia melakukannya dengan tulus (ayat 46). Perbuatan mereka juga dikecam, karena membangun makam para nabi yang sudah mati, tetapi Firman Tuhan yang hidup di antara mereka justru tidak didengar (ayat 47-51). Mereka menghambat orang lain untuk menemukan kehendakAllah yang sejati.
Bagaimana dengan perjalanan hidup kita di sepanjang pekan yang sudah kita lewati bersama? Adakah perilaku kita menunjukan reputasi buruk, karena tidak mengandalkan Tuhan dan Firman-Nya? Semoga Firman Tuhan membentuk diri kita sebagai pribadi yang mempunyai reputasi sesuai kehendak-Nya.
GB. 117 : 1,3,13
Doa : (Ya Tuhan, tolong ajarkan kami untuk selaras dalam perkataan maupun perbuatan kami)
