MINGGU ADVEN III
Selasa, 14 Desember 2021
Renungan Pagi
GB. 262 : 1 – Berdoa
PEMULIHAN MENDATANGKAN SUKACITA
Mazmur 85 : 1 – 9
Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau? (ay. 7)
Adanya lonjakan angka kasus positif dan semakin tingginya angka kematian akibat virus corona pada bulan Juni dan Juli 2021 di Indonesia, melahirkan trend “Doa Bersama. ”Semua meratap dan memohon pertolongan dan pemulihan dari Tuhan.
Dalam mazmur 85, pemazmur berdoa agar Tuhan memulihkan keadaan umat-Nya. Sesungguhnya pemulihan itu sudah dikerjakan oleh Tuhan (ay. 2-4). Tuhan berkenan membebaskan Israel dari pembuangan dan membawa mereka kembali ke tanah perjanjian. Murka Tuhan telah padam karena itu Dia mengampuni umat-Nya. Namun dalam ayat 5-8, pemazmur memohon agar Tuhan sekali lagi memulihkan umat-Nya kembali. Mengapa? Karena pemazmur merasa Tuhan kembali menghentikan kasih setia-Nya. Dia kembali murka terhadap umat-Nya. Demikianlah pemazmur kembali memohon pemulihan dari Tuhan karena Dia adalah penyelamat. Pemazmur memohon agar Tuhan menghilangkan sakit hati dan murka-Nya terhadap umat-Nya. Pemazmur juga memohon agar Tuhan kem bali menghidupkan dan melanjutkan kasih setia-Nya. Bagi pemazmur, pemulihan dari Allah merupakan hal yang sangat berharga dan mendatangkan sukacita bagi umat-Nya. Karena itu pemazmur menyatakan komitmen imannya untuk berpegang pada firman Tuhan. Dengan penuh keyakinan dia menyatakan bahwa yang Tuhan kehendaki bagi orang-orang yang dikasihi-Nya adalah damai dan hidup dalam pengharapan bukan hidup dalam kebodohan.
Pemulihan dan keselamatan dari Tuhan adalah hal yang sangat berharga. Kita dipulihkan atau diselamatkan karena kasih setia T uhan bagi kita. Karena Tuhan menghendaki umat yang dikasihiv Nya mengalami kehidupan kekal dan bukan kebinasaan. Kita disadarkan bahwa Tuhan bukan hanya sumber pemulihan atau keselamatan, melainkan Dia juga sumber sukacita dan damai sejahtera. Karena itu marilah menjadi umat Tuhan yang setia dengan tetap berpegang pada firman-Nya dan hidup dalam pengharapan pada-Nya.
GB. 262 : 3
Doa : (Ya Kristus, kami bersyukur atas anugerah keselamatan yang membuat kami bersukacita)
MINGGU ADVEN III
Selasa, 14 Desember 2021
Renungan Malam
GB. 345 : 1 – Berdoa
KEADILAN DAN DAMAI SEJAHTERA
Mazmur 85 : 10 – 14
Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman (ay.11)
Harrison Ford pernah berkata, “Damai bukan hanya karena tidak ada perang tetapi karena hadirnya keadilan.” Hal senada pernah juga diungkapkan oleh Martin Luther King. Jr., “Kedamaian sejati bukan semata-mata tidak adanya ketegangan: itu adalah hadirnya keadilan.”
Keselamatan dari Tuhan adalah anugerah buat umat-Nya. Namun umat Tuhan harus memperjuangkan keselamatan itu. Perjuangan ini ditegaskan di ayat 10 bahwa Tuhan berkenan menganugerahkan keselamatan bagi orang-orang yang takut akan Dia. Tuhan berkenan kepada orang-orang yang setia, namun menentang orang-orang pemberontak.
Ada beberapa ciri bahwa keselamatan Tuhan hadir di tengahtengah umat-Nya: Pertama, kemuliaan Tuhan akan diam di negeri umat-Nya. Kemuliaan Tuhan dapat diartikan kekuatan dan kehadiran Tuhan yang bersinar di tengah-tengah umat-Nya. Kedua, bertemunya kasih dan kesetiaan. Kasih dan kesetiaan tidak bisa dipisahkan dan harus berjalan bersama. Ketiga, bersatunya keadilan dan damai sejahtera. Keduanya terjalin menjadi satu kesatuan. Di mana ada keadilan, di situ pasti ada damai sejahtera. Keempat, ketika umat-Nya hidup dalam kesetiaan, maka keadilan Tuhan akan hadir di tengah-tengah mereka. Kelima, Tuhan memberkati umat-Nya dengan kebaikan dan berkat-Nya.
Kita percaya bahwa kasih, kesetiaan, keadilan dan damai sejahtera Allah telah datang ke dalam dunia ini melalui kelahiran Tuhan Yesus, sang Raja Damai (Yes. 9:5-6; 11:1-10). Karena itu, Allah ingin kita tidak hanya menerima kasih, kesetiaan, keadilan dan damai sejahtera-Nya, melainkan juga memperjuangkan dan mewujudkan kasih, kesetiaan, keadilan dan damai sejahtera-Nya. Gaya hidup demikian merupakan wujud iman dan ketaatan kita kepada Yesus sebagai Raja Damai. Mari kita terus berjuang untuk mewujudkan keadilan dan damai sejahtera-Nya sampai Tuhan Yesus datang kembali. Kita percaya Tuhan Yesus memberkati perjuangan kita.
GB. 345 : 2,3
Doa : (Yesus Kristus, Tuhan kami mampukanlah kami menghadirkan kasih, kesetiaan, keadilan dan damai sejahtera dalam dunia ini)
