MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 13 Oktober 2021
Renungan Pagi
KJ. 424 : 1 – Berdoa
MEMILIKI PIKIRAN KRISTUS
1 Korintus 2 : 9 – 16
Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus. (ay. 16)
Apa arti kata “pikiran Tuhan”? Lalu, apa yang dimaksud dengan “kami memiliki pikiran Kristus?” Jawaban atas kedua pertanyaan di atas akan menuntun kita untuk hidup secara benar dalam persekutuan jemaat.
Ketika Paulus menyebut kedua kalimat di atas, dia hendak menyatakan bahwa dalam perjalanan hidup dan pelayanannya, dirinya berjalan sesuai dengan pemahaman, maksud dan tujuan yang dikehendaki Kristus. Oleh karena itu, dia selalu mencari tahu kehendak dan maksud Tuhan dalam kehidupan pelayanan yang dilakukannya. Bagi rasul Paulus hal ini penting, karena tanpa pikiran Kristus yang mengendalikan hidup dan pelayanannya, maka segala sesuatu yang dikerjakan cenderung akan mengikuti kehendak manusia yang seringkali keliru sehingga tidak memuliakan Allah. Pikiran Kristus melebihi akal dan cara pandang manusia yang serba terbatas. Oleh sebab itu, dengan memiliki pikiran Kristus, dia dapat mengarungi kehidupan pelayanannya yang berat dan penuh tantangan dengan semangat serta sukacita.
Mari kita miliki dan memakai pikiran Kristus dalam kehidupan setiap hari termasuk dalam persekutuan jemaat agar dapat melakukan kehendak Kristus dengan benar sesuai maksud dan tujuan-Nya. Bila kita memiliki pikiran Kristus, maka hidup kita hanya berorientasi pada cara hidup yang memuliakan Tuhan melalui aktivitas sehari-hari.
Memiliki pikiran Kristus bukanlah hal yang mudah, karena sebagai manusia yang penuh dengan dosa, kita cenderung mengikuti kehendak dan pikiran sendiri yang tidak sesuai dengan kehendak Kristus. Oleh karena itu, apabila kita ingin hidup sesuai pikiran Kristus, maka penyerahan dan penyangkalan diri total haruslah menjadi bagian hidup. Tanpa kedua hal ini, maka hidup kita hanya dituntun oleh hawa nafsu dan kehendak diri sendiri. Berarti, kita tidak memiliki pikiran Kristus.
KJ. 424 : 3
Doa : (Ya Tuhan, mohon mampukan kami untuk memiliki pikiran Kristus dalam setiap derap langkah kehidupan)
MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 13 Oktober 2021
Renungan Malam
KJ. 423 : 1 – Berdoa
TANDA MANUSIA DUNIAWI
1 Korintus 3 : 1 – 9
Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? (ay. 3)
Sebagai umat manusia, kita tidak menyukai pribadi yang penuh dengan iri hati dan suka berselisih. Sikap demikian akan mengganggu, bahkan merusak tatanan hidup bersama yang merindukan hubungan harmonis, rukun dan damai.
Rasul Paulus dalam firman Tuhan malam ini dengan penuh hikmat Tuhan dan kasih, mengajak jemaat Korintus untuk melakukan evaluasi diri secara mendalam berkaitan dengan kehidupan beriman mereka yang menurutnya masih sangat duniawi dan belum rohani. Perilaku jemaat Korintus yang menciptakan kelompok atau golongan menunjukkan keduniawian mereka. Di antara mereka masih ada iri hati dan perselisihan yang mengakibatkan perpecahan (ay.3). Keadaan ini semakin diperkuat dengan keluarnya ungkapan, aku golongan Paulus, aku golongan Apolos (ay.4). Ketika jemaat memandang bahwa pewarta injil hadir sebagai pemimpin suatu golongan, maka sifat keduniawian akan tampak, sehingga membawa mereka pada sikap iri hati dan perselisihan yang berujung perpecahan dalam kehidupan persekutuan jemaat.
Marilah kita menjaga dan merawat persekutuan jemaat dengan kedewasaan rohani, bukan memakai cara duniawi yang penuh iri hati dan perselisihan. Jauhkanlah diri kita dari perbuatan membentuk kelompok atau golongan di dalam jemaat karena mengidolakan pemimpin tertentu atau status sosial yang berbeda, agar tidak terjadi perpecahan dalam persekutuan jemaat.
Sebagai warga jemaat, marilah kita senantiasa membangun kehidupan berjemaat dalam kesejukan dan kedamaian. Tanggalkan cara-cara duniawi yang dapat merusak persekutuan. Ingatlah, bahwa cara-cara duniawi hanya dilakukan oleh setiap orang yang masih hidup dalam keduniawian, tidak mau mengikuti cara yang penuh dengan kasih. Ketahuilah, cara hidup demikian tidak akan membangun tetapi merusak hidup persekutuan jemaat.
KJ. 423 : 3,4
Doa : (Tuhan Yesus, mohon mampukan kami menjauhkan diri dari iri hati dan perselisihan, agar terhindar dari perpecahan)
