MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 12 Oktober 2020
Renungan Pagi
HUT KE-10 PELKAT PKLU GPIB
KJ. 30a : 1 – Berdoa
BAHAYA YANG TAK DISADARI
Hosea 8 : 1 – 6
“Tiuplah sangkakala! Serangan laksana rajawali atas rumah Tuhan” (ay. 1a)
Tuhan berseru agar umat meniup sangkakala (ay. 1-3). Mereka diperintahkan untuk berperang, sebab akan datang serangan laksana rajawali dari bangsa Asyur. Mereka akan menyerang rumah Tuhan di Betel, yang merupakan pusat ibadah Israel Utara. Semua itu terjadi karena bangsa Israel melanggar janjinya kepada Tuhan dan tidak melakukan kehendak-Nya. Bangsa itu mengaku mengenal Tuhan, namun mereka menolak yang baik.
Tuhan mengungkapkan ada 2 (dua) penyebab kehancuran bangsa Israel (ay 4-6), sehingga mereka dihukum: 1) memilihraja dan pemuka, tanpa persetujuan-Nya; dan 2) membuat patung berhala-berhala untuk disembah. Pernyataan Tuhan ini menunjukkan, bahwa bangsa Israel menentukan sendiri raja, pemimpin, dan Allah mereka. Israel merasa bebas untuk menentukan hidup mereka sendiri. Mereka mengangkat raja yang bukan dari keturunan Daud. Seharusnya mereka beribadah kepada Tuhan dan taat pada firman-Nya, khususnya perintah “jangan membuat patung bagimu untuk disembah”. Oleh karena itu mereka dihukum.
Bangsa Israel dihukum karena mereka memilih raja dan pemuka tanpa persetujuan Tuhan. Ini perlu dicermati menjelang PS GPIB Oktober 2020 yang salah satu acara pokoknya adalah pemilihan MS dan BPPG. Sebaiknya kita memilih yang dipilih oleh Tuhan. Bagaimana caranya? Di dalam pemilihan itu harus ada 2 (dua) hal yang dipenuhi, yaitu: 1) kualitas calon: “yang terkenal baik, penuh roh dan hikmat” (Kis 6:3); serta 2) ada peran Tuhan maupun pemilih. Hal ini dapat dilakukan sebagai berikut: tahap pertama, pemilihan nominasi di mana ada dua kandidat yang mendapat suara terbanyak ditetapkan sebagai calon tetap, lalu tahap kedua ialah diundi. Undian itu alkitabiah yang hasilnya diyakini sebagai penunjukan oleh Tuhan sendiri. Dalam proses undian itu tidak ada gunanya berkampanye dan tawar-menawar kepentingan, semua tenang berdoa, menanti pilihan Tuhan. Amin?
KJ. 30a : 2
Doa : (Tuhan Yesus, tolong tuntun gereja-Mu memilih pimpinan yang terbaik bagi-Mu)
MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 12 Oktober 2020
Renungan Malam
KJ. 33 : 3 – Berdoa
KESIA-SIAAN PENYEMBAHAN BERHALA
Hosea 8 : 7 – 10
“Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung” (ay. 7a)
Keadaan bangsa Israel pada zaman Hosea dikatakan oleh firman Tuhan seperti “mereka menabur angin”. Maksudnya, mereka bekerja, tetapi pekerjaan itu menjadi sia-sia. Mereka menabur gandum, tetapi hasilnya tidak ada. Jika pun ada, tetapi hasilnya ditelan (dinikmati) oleh orang lain. Mereka berada di antara bangsa-bangsa bagaikan barang yang tidak disukai orang.
ltu terjadi karena mereka telah pergi ke Asyur dan membagi-bagikan “hadiah cinta” (ay.9). Maksudnya ialah mereka pergi ke Asyur untuk mengikuti penyembahan dewa Baal. Di sana mereka mengikuti ritus pelacuran suci demi kesuburan tanah. Mereka mengharapkan akan mendapat panen melimpah, tetapi nyatanya tidak ada hasil sama sekali. Menurut Tuhan, dengan menyembah dewa Baal, maka mereka tidak setia lagi kepada-Nya. Tuhan akan mengumpulkan dan membuat mereka berhenti mengurapi raja dan para pemuka. Mereka akan dihukum oleh Tuhan. Tahun 722 S.M. kerajaan Israel dihancurkan oleh bangsa Asyur, sejak itu tiada raja dan pemuka lagi.
Firman Tuhan ini menyatakan kepada kita, bahwa penyembahan berhala adalah pekerjaan yang sia-sia dan merusak kehidupan suatu bangsa, juga merusak persekutuan jemaat Yesus Kristus, serta bertentangan dengan iman kristen. Penyembahan berhala dilakukan untuk memperoleh kemakmuran lewat kesuburan tanah. Sedangkan kita percaya bahwa hanya Tuhan saja sumber berkat. Apakah hakekat dari berhala itu? Segala sesuatu yang kita anggap lebih penting dari pada Tuhan adalah berhala. Berhala itu berwujud dalam banyak hal, misalnya : kekayaan, jabatan, nama baik, kesehatan, dan lain-lain. Tuhan itu kasih dan baik adanya. Sedangkan berhala itu bertentangan dengan kehendak Tuhan. Karena itu, marilah kita menjauhkan diri dari upaya memberhalakan apapun dalam hidup ini.
KJ. 33 : 5
Doa : (Tuhan Yesus, tolong jauhkan kami dari penyembahan berhala yang sia-sia itu)
