HARI MINGGU V PRAPASKAH
Minggu, 13 Maret 2022

Renungan Pagi

KJ. 158 : 1,2 – Berdoa

ADAT ISTIADAT DAN IMAN

Markus 7 : 1 – 16

Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. (ay.9) 

Di dunia Ini, semua suku punya adat istiadat yang dipelihara dan diberlakukan sepanjang zaman. Terkadang, adat dan Iman Kristen kurang cocok satu sama lain. Ada orang Kristen yang menolak adat, ada juga yang menyesuaikan adat dengan iman atau membuat keduanya berjalan bersama. Ada juga yang lebih mengutamakan adat sementara iman dikesampingkan. Pertanyaannya adalah bagaimana seharusnya kita menempatkan diri dalam masalah ini: menolak adat atau menyesuaikan adat dengan iman? Mari kita Iihat sikap Yesus sehingga kita juga dapat mengambil sikap atas permasalahan adat dan iman.

Dalam bacaan ini, bagi orang Farisi dan ahli Taurat, adat istiadat adalah yang utama namun menurut Yesus, yang paling utama adalah Firman Tuhan. Yesus tidak menolak ataupun menentang adat istiadat. la juga mengajarkan kita untuk tidak mencampuradukkan adat istiadat dengan iman melainkan menempatkan Firman Tuhan sebagai yang menerangi adat istiadat. Maksudnya begini, kita boleh memberlakukan adat istiadat namun jika adat itu sudah bertentangan dengan Firman Tuhan, jangan kita Iakukan karena Firman Tuhan-Iah yang menerangi hidup kita, bukan yang Iainnya. Untuk mengetahui mana yang boleh atau tidak, marilah kita bergaul erat dengan Firman Tuhan.

Pada akhirnya, kembali kepada perkara semula yaitu soal adat istiadat yang terkait dengan hukum kekudusan dan kenajisan (membasuh tangan sebelum makan), Yesus menekankan bahwa apa yang keluar dari mulut, yaitu KATA-KATA yang menyakiti orang Iain, mengejek dan merendahkan orang Iain ataupun mengomel, itulah yang menjadikan diri kita NAJIS dan tidak berkenan kepada Tuhan. Jadi, JAGALAH MULUT kita. Baiklah katakata yang keluar dari mulut kita memberikan kedamaian, ketenangan dan penghiburan kepada orang-orang yang mendengarnya.

KJ. 158 : 3,4

Doa: (Sertai kami, Tuhan, di dalam Firman-Mu, sehingga kebenaran-Mu menjadi pemandu yang teguh bagi kami dalam kembara hidup ini)

HARI MINGGU V PRAPASKAH
Minggu, 13 Maret 2022

Renungan Malam

GB. 222 : 1,2 – Berdoa

BERAWAL DARI HATI

Markus 7 : 17 – 23 

… sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat … (ay. 21) 

Apabila suatu sungai yang tidak memiliki mata air menjadi kering maka sekalipun musim hujan, tidak akan ada air yang mengalir. Berbeda dengan sungai yang memiliki mata air. Sekalipun musim kemarau, sungai tersebut akan tetap mengalirkan air yang menyegarkan dan menghidupkan daerah sekelilingnya. Jika sungai kering, yang salah bukanlah sungainya tetapi sumber airnya. Demikian juga dengan perkataan kita.

Jika perkataan kita hambar, yang salah bukanlah lidah atau mulut melainkan hati kita yang menjadi sumber dari perkataan itu. Kalau hati kita tidak disucikan, sekalipun kita sudah hati-hati berbicara, menahan mulut dan menyangkal diri, akhirnya akan keluarjuga kata-kata yang sesungguhnya ada di dalam hati. Kalau hati kita penuh kebencian, biarpun ditahan, sadar atau tidak, sengaja atau tidak, suatu saat akan keluar kata-kata kebencian. Kalau hati seseorang berisi percabulan, biarpun ditahan dan dijaga, akan keluar kata-kata yang kotor dan cabul sebab itulah yang ada di dalam hatinya.

Hati itu ibarat botol. Jika botol itu penuh maka isinya akan meluber, keluar dari mulut botol. Hati yang penuh akan mengeluarkan kata-kata melalui mulut. Dengan kata Iain, apa yang keluar dari mulut meluap keluar dari perbendaharaannya, yaitu hati. Jika mulut penuh kata-kata pujian, tetapi sesungguhnya hatinya dingin, ini namanya lips service atau bermulut manis. Perkataan yang tidak sesuai dengan isi hati adalah perkara yang sia-sia dan menipu diri sendiri. lngatlah, Allah melihat sampai ke dalam hati.

Oleh karena itu, kita harus bertobat dan disucikan dari segala kesalahan dan dosa sampai ke dalam hati supaya kata-kata yang kita ucapkan menjadi berkat dan memberikan kehidupan bagi orang lain.

GB. 222 : 3,4

Doa : (Tuhan, biarlah roh-Mu selalu mengingatkan dan mengubahku dari segala jahat supaya isi hatiku berkenan kepadamu)

Scroll to Top