MINGGU I SESUDAH EPIFANI
Kamis, 13 Januari 2022

Renungan Pagi

KJ. 441 : 1,4 – Berdoa

KEKEBALAN MEMASTIKAN BUNTUNYA JALAN

Bilangan 22 : 36 – 23 : 3

Sesudah itu berkatalah Bileam kepada Balak: ….. (23:3)

Dengan gembira Balak keluar menyongsong kedatangan Bileam sampai kota Moab. Mereka saling menyapa dengan nada tanya penuh sindiran. Balak bertanya, mengapa engkau tidak segera datang? Apakah engkau pikir aku tidak akan mem beri upah? Bileam menjawab, sekarang aku sudah datang, tetapi mungkinkah aku akan mengatakan sesuatu kepadamu? Perkataan yang ditaruh Allah di dalam mulutku, itulah yang akan kukatakan.

Selesai menjamu Bileam dan para tua-tua, keesokan hari Balak mengajak Bileam melihat perkemahan Israel. Balak tetap berkeinginan agar Bileam mengikutinya dan bersedia melakukan apa pun supaya bangsa Israel dapat dikutuk. Balak masih percaya bahwa dirinya mampu mengendalikan segaIa sesuatu, termasuk nasib suatu bangsa. la berpikir bahwa ia bisa memperalat Bileam untuk menghancurkan musuhnya. Bileam, ternyata berada sebagai alat di dalam kuasa Tuhan. Balak tidak melihat kuasa Tuhan yang jauh melebihi kebebalan hatinya.

Bileam meminta Balak mendirikan tujuh mezbah dengan masing-masing seekor Iembu jantan dan seekor domba jantan di atasnya untuk dipersembahkan sebagai korban bakaran. Bileam meminta Balak berdiri di sisi mezbah korban bakaran, sambil ia pergi ke atas gunung untuk meminta petunjuk Tuhan. Apa pun yang Tuhan katakan, itulah yang akan dikatakannya.

Jelas bahwa Bileam tetap pada komitmen kesetiaan pada apa yang Tuhan firman kepadanya. Sementara Balak tetap pada kebebalan hatinya. la sangat ingin Israel dikutuk. Seringkali kita seperti Balak yang tetap bersikeras di dalam kebebalan. Waspadalah dan jangan terlalu memaksakan keinginan kita. Sebab Allah bisa menggagalkannya. Ketika abai dan Ialai akan firman Tuhan, maka saat itulah kita menjadi bebal sepertl Balak. Jadilah seperti Bileam yang tetap pada komitmen dan kesetiaannya menyatakan apa yang Tuhan katakan.

KJ. 416 : 1,3

Doa : (Tuhan, kami memohon teguhkan komitmen dan kesetiaan kami untuk hanya menyatakan apa yang Engkau katakan serta hindarkan kami dari sikap dan keinginan hati yang bebal)

MINGGU I SESUDAH EPIFANI
Kamis, 13 Januari 2022

Renungan Malam

GB. 71 : 1,3 – Berdoa

JANGAN BERPIKIR ALLAH DAPAT DIKALAHKAN

Bilangan 23 : 4 – 12 

Tetapi ia menjawab: Bukankah aku harus berawas-awas ….. (ay. 12)

Balak terus berupaya agar Bileam mengutuki Israel, walaupun Bileam sudah menyatakan tidak bisa mengutuk Israel. la hanya dapat mengatakan apa yang difirmankan Tuhan. Balak tidak kehilangan akal. la mengajak Bileam berpindah ke tempat lain, mungkin saja Bileam berubah pikiran dan mau mengutuk Israel. Bileam tidak mungkin mengubah keputusan Allah karena Allah bukanlah berbohong dan tidak menepati perkataan-Nya. Ternyata benar, yang disampaikan Bileam bukannya mengutuk Israel, tetapi memberkati orang Israel.

Balak melihat Israel adalah musuh yang harus dikutuk. Sedangkan Bileam melihat Israel sebagai bangsa yang kudus, besar yang diberkati oleh Allah. Akhirnya, Bileam mengabaikan perintah Balak dan menerima tugas Allah. Ia dipenuhi Roh Allah dan mengucapkan berkat yang indah bagi bangsa Israel. Besaran upah yang dijanjikan Balak tidak mampu mengubah keputusan Bileam untuk melakukan perintah Tuhan.

Sekeras apa pun usaha manusia, Tuhan tetap tidak berubah dan tetap akan melaksanakan kehendak-Nya. Apapun keberadaan manusia, ia tetap yang Iemah dan rapuh, dan sesungguhnya tidak mungkin menang melawan kuasa Tuhan. Bahwa kuasa seorang raja dan pelihat sekalipun tak akan mampu mengalahkan kuasa Allah. Walau manusia dapat membuat banyak rancangan, tetapi keputusannya adalah Tuhan yang menentukannya. Walau manusia sering tidak menyadari betapa tidak berdaya dirinya, namun ia terus berupaya melawan Tuhan. Janganlah kita menipu diri dengan pikiran bahwa Allah akan bekerja mengikuti tuntutan kita.

lngat dan sadarilah bahwa Allah itu Mahakuasa. Manusia seharusnya memohon ampun karena melawan kehendak Allah. Di tahun 2022, kita mengisinya dengan tindakan yang patut dan tepat untuk menghayati firman Tuhan di dalam hidup kita. Jangan ragukan Allah yang bekerja.

GB.120 : 1,2

Doa : (Kami datang kepada-Mu Tuhan, berilah semangat agar kami tidak meragukan kuasa Allah. Kami merindukan kehidupan kami penuh penghayatan kuasa firman-Mu)

Scroll to Top