MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Jumat, 12 Februari 2021
Renungan Pagi
KJ. 379 : 1,5 – Berdoa
TANDA “ANAK MANUSIA”
Lukas 11 : 29 – 32
Demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini (ay. 30b)
Tanda seringkali dihubungkan dengan ikon, lambang, logo, simbol, atribut, gejala atau petunjuk. Istilah “tanda” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai yang menjadi alamat atau yang menyatakan sesuatu. Dalam Alkitab istilah “tanda” berhubungan dengan suatu pesan istimewa seperti sunat, matahari, bulan, pelangi, tanda di dahi, tanda Yunus, bahkan tanda-tanda ajaib yang merupakan karya Allah di dalam diri Kristus maupun para murid-Nya. Apa yang dimaksud dengan perkataan Yesus, bahwaAnak manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini?
Orang Yahudi selalu menghendaki ‘tanda” seperti yang ditulis dalam ayat 16. Oleh karena itu dalam hal menjelaskan tentang tanda-tanda KerajaanAllah, Yesus mencoba menghadirkan suatu perbandingan mengenai tanda Nabi Yunus dan Ratu dari Selatan atau Ratu Syeba. Bahwa orang-orang asing seperti mereka ini justru mengakui adanya hikmat para nabi dan raja Israel. Pemberitaan Yunus membuat orang Niniwe bertobat. Ratu Syeba atas prakarsanya sendiri telah datang menjumpai Salomo. la begitu tercengang karena hikmat Tuhan yang nyata dalam diri Salomo (I Raja-raja 10). Lalu mengapa para pemimpin Yahudi tidak mau mengenal apa yang Allah kehendaki melalui pemberitaan Kristus yang adalah keturunan Yahudi? Yunus menjadi tanda penghukuman oleh Allah bagi orang Niniwe di zamannya. Demikian pula Yesus yang disebut “Anak manusia” menjadi tanda, bahwa hari peng- hukuman olehAIIah sedang datang ke dalam dunia ini.
Hari yang akan kitajalani mendorong untuk menghayati makna kehadiran “Anak Manusia” melalui firman-Nya yang berkuasa atas kehidupan ini. Anak Manusia itu adalah Kristus yang oleh firman- Nya membentuk karakter kita sebagai warga kerajaan-Nya. Datanglah dan serahkan seluruh kelemahan serta kekurangan kita kepada-Nya. Bertobatlah, maka la akan membela kita, sebab Dia menjadi tanda dari cinta kasih Allah yang mengampuni dan menyelamatkan.
KJ. 379 : 7
Doa: (Ya Allah, berikan kami hikmat untuk mengerti kasih-Mu yang Engkau nyatakan di dalam Kristus)
MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Jumat, 12 Februari 2021
Renungan Malam
KJ. 4 : 1,2 – Berdoa
TERANG SEBAGAI YANG DIBERIKAN ALLAH
Lukas 11 : 33 – 36
Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan (ay. 35)
Ketika matahari mulai bersinar, semua mata memandang dengan penuh syukur, bahwa Sang Terang hidup mengizinkan kembali adanya hari baru, dan kita dituntun oleh-Nya untuk memaknai waktu kita di sepanjang hari ini. Ada harapan, agar setiap langkah dipandu Tuhan, sehingga baik suka maupun derita, hidup tetap dijalani dengan sikap iman. Firman Tuhan yang adalah pelita dan terang bagi hidup orang beriman merupakan pegangan yang kokoh, sehingga apapun tantangannya, orang beriman tetap terus memancarkan sinar kemuliaan Tuhan. Apakah Yesus sebagai Terang dunia yang menerangi kehidupan dunia yang sarat dosa telah dilihat sebagai “tanda ” yang diberikan Allah seperti sebuah pelita yang diletakan di atas kaki dian untuk menerangi dunia yang penuh dengan kegelapan?
Teks bacaan Lukas 11 : 33-36 merupakan pengajaran dengan menggunakan perumpamaan tentang seorang yang menyalakan pelita. Mata diumpamakan sebagai pelita. Mata adalah indra penglihat. Indra ini memberi persepsi terhadap segala sesuatu yang dilihat, lalu berbuah dalam tindakan. Bila persepsi adalah pola kerja pikiran yang muncul saat seseorang melihat, Ialu memutuskan untuk bertindak, maka mata sangat mempunyai peranan yang menentukan sikap seseorang. Mata dianugerahkan Allah untuk memancarkan cahaya kasih-Nya, sehingga mengalahkan kegelapan. Cahaya kasih itu merupakan Terang Kristus berupa Firman-Nya. Terang itu jangan disimpan, melainkan letakkanlah pada posisi yang tepat, supaya hal-hal baik menjadi nyata melalui perbuatan kita yang didasarkan pada kebenaran. Pelita itu harus menerangi semua orang dengan cahayanya, sehingga mengalahkan kuasa kegelapan yang menjerumuskan ke dalam dosa. Mari berjalan dalam terang Kristus, agar perbuatan hidup sebagai anak-anak terang menjadi nyata, karena sikap menjadi penurut-penurutNya menyertai perbuatan kita.
GB. 251 : 1,2
Doa: (Ya Kristus terang hidup, jadikan mata hati kami terang agar hidup kami memuliakan nama-Mu)
