MINGGU ADVEN III
Senin, 13 Desember 2021

Renungan Pagi

KJ. 415 : 1 – Berdoa

GEMBALA YANG MENYELAMATKAN DOMBA-NYA

Mazmur 80 : 2 – 4

Hai gembala Israel, pasanglah telinga, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan domba! Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar di depan Efraim dan Benyamin dan Manasye! (ay. 2-3a)

Mengalami kegagalan, kejatuhan dan kehancuran bukan per. kara mudah. Saat mengalami haI-hal tersebut kita kerap merasa tidak berdaya secara mental, psikis dan spiritual. Dalam ketidakberdayaan, kita sadar bahwa kita membutuhkan pertolongan.

Meratapi kejatuhan Israel Utara yang dihancurkan oleh Asyur, dan ancaman kehancuran bagi Yehuda (Israel Selatan), pemazmur memohon pertolongan kepada Allah. Pemazmur berseru kepada Allah karena Allah adalah gembala Israel dan Raja yang kuat dan perkasa. Sudah terbukti bahwa sebagai gembala Israel, Allah telah menyelamatkan Yusuf atau Israel (bdk. Mzm. 77:16; 81:6) sebagai domba-Nya keluar dari perbudakan di Mesir. Pemazmur memohon agar TUHAN sebagai Raja yang tampil bersinar menyatakan kekuasaan-Nya dengan memimpin Benyamin dan anak-anak Yusuf: Efraim dan Manasye mengusir para musUh. Tuhan diyakini ‘duduk di atas para Kerub’. Kerub adalah makhluk sorgawi yang bersayap. Ada dua kerub di atas tutup pendamaian tabut perjanjian Allah. Karena itu muncullah sebutan, TUHAN yang bersemayam di atas para Kerub. TUHAN diyakini akan bangkit dengan keperkasaanNya dan datang bertempur untuk menyelamatkan Israel. Pemazmur berharap agar TUHAN memulihkan keadaan Israel, maka mereka akan mengalami keselamatan dari Tuhan.

Pemazmur percaya bahwa TUHAN adalah sumber pertolongan dan keselamatan bagi Israel. Kita juga percaya bahwa dengan keperkasaan-Nya, Tuhan datang menolong dan menyelamatkan kita. Tuhan adalah Gembala yang baik yang akan selalu ada di tiap saat hidup kita, kawanan domba-Nya (Mzm. 23). Tuhan Yesus adalah Gembala yang baik, yang telah menyelamatkan kita dengan memberikan nyawa-Nya bagi kita (Yoh. 10:11 ). Karena itu di masamasa tersulit dalam hidup kita, berserulah dan memohon kepada Tuhan. Berharaplah kepada Tuhan agar Dia menolong dan menyelamatkan kita, karena Dialah yang berdaulat atas hidup kita.

KJ. 415 : 2,3
Doa : (Ya Allah buatlah kami selalu percaya bahwa dengan kekuatan dan kasih-Mu, Engkau selalu setia menggembalakan kami)

MINGGU ADVEN III
Senin, 13 Desember 2021

Renungan Malam

KJ. 26 : 1,2 – Berdoa

SINAR WAJAH ALLAH

Mazmur 80 : 5 -8

TUHAN, Allah semesta alam berapa lama lagi murka-Mu menyala sekalipun umat-Mu berdoa? (ay. 5)

Saat virus corona varian Delta menyerang Indonesia di pertengahan tahun 2021, kematian dan kesedihan menjadi keseharian kita. Menghadapi situasi ini, kita meratap, “Oh Tuhan, berapa lama Iagi pandemi ini berlangsung?”

Pemazmur menggambarkan kehidupan Israel yang seperti “ditinggalkan” dan “dibiarkan” Allah dalam kehancuran dan penderitaan. Allah seperti “tidak mendengar” doa mereka. “Berapa lama Iagi”ingin menanyakan kapan murka Allah akan berhenti atas umatNya. Allah seperti “membiarkan” umat-Nya yaitu Israel Utara mengalami kesedihan setiap hari karena kehancuran akibat serangan Asyur. Allah seperti “sengaja” membuat umat-Nya yaitu Israel Selatan menjadi rebutan dan olok-olok negeri tetangga dan para musuh mereka. Kemungkinan Israel Selatan (Yehuda) sedang dikepung pasukan Asyur (bdk. 2 Raj. 1827-35). Namun, pemazmur mengingatkan Israel agar jangan berputus asa dan terus berharap kepada-Nya. Dengan merendahkan diri di hadapan-Nya, Pemazmur berharap wajah Allah yang murka berubah menjadi wajah Allah yang bersinar. Wajah Allah yang bersinar menandakan sukacita Allah yang berarti murka-Nya atas Israel telah usai dan keselamatan mereka segera datang. Bagi pemazmur hanya Allah yang sanggup memulihkan dan menyelamatkan mereka.

Dalam penderitaan, kita diingatkan untuk terus berharap dan berdoa kepada Tuhan. Tuhan mendengar doa dan ratapan kita; Allah tidak tinggal diam dan tidak meninggalkan kita. Allah Mahakuasa yang turun tangan atau bertindak untuk menolong, memulihkan dan menyelamatkan kita. Di tengah penderitaan, kita diingatkan juga bahwa Tuhan adalah Sumber sukacita kita. Wajah Tuhan yang bersinar menandakan jaminan kehadiran-Nya seperti cahaya lilin yang bersinar dalam kegelapan. Sinar Wajah-Nya memberi arah dalam hidup kita, memantapkan kita untuk teguh menapaki kehidupan dengan penuh iman dan pengharapan.

GB. 61 : 1,2
Doa : (Oh Tuhan, sinarilah kami dengan sinar wajah-Mu agar dalam penderitaan kami tetap merasakan sukacita-Mu)

Scroll to Top