MINGGU VI PRAPASKAH
Sabtu, 12 Maret 2022
Renungan Pagi
KJ. 26 : 1 – Berdoa
HUKUMAN TUHAN
Imamat 26 : 18 – 24
Dan jikalau kamu dalam keadaan yang demikianpun tidak mendengarkan Daku, maka Aku akan Iebih keras menghayar kamu sampai tujuh kali lipat karena dosamu. (ay.18).
Umat Tuhan dihukum, karena tidak melaksanakan ketetapan-Nya (bacaan kemarin). Dalam keadaan ini, umat tetap tidak mau mendengar Firman-Nya. Mereka mengeraskan hati, sehingga Tuhan menghajar mereka Iebih keras lagi, tujuh kali lipat sebagai akibat dosa mereka (ay.18). Kekuasaan yang mereka banggakan dipatahkan. Langit akan seperti besi dan tanah pertanian mereka seperti tembaga, sehingga tenaga mereka habis percuma, sebab tanah tidak memberi hasil dan pohon tidak berbuah (ay.19-20).
Jikalau mereka tetap menjalani hidup bertentangan dengan kehendak-Nya dan tidak mau mendengar Firman-Nya, maka hukuman Tuhan semakin bertambah (ay.21). Tuhan akan melepaskan binatang liar yang memusnahkan anak-anak dan ternak mereka. Jumlah mereka akan berkurang, dan jalan-jalan menjadi sunyi (ay.22). Sudah dihukum Tuhan dengan keras, tetapi tetap saja menolak pengajaran-Nya dan hidup berseberangan dengan-Nya. Akhirnya, Tuhan sendiri yang menghukum mereka.
Hukuman Tuhan dijatuhkan kepada manusia karena dosa mereka. Allah bertindak sesuai tingkat kesalahan kita. Kalau kita tidak mendengar dan mematuhi Firman-Nya dengan membanggakan diri atas kekuasaan (prestasi), menjalani hidup bertentangan dengan kehendak-Nya, maka Tuhan tidak segan-segan menambah hukuman karena pelanggaran kita. Allah tidak berkompromi dengan dosa. Namun, jika kita mengaku dosa dengan tulus dan jujur, Allah yang setia dan adil, akan mengam puni kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh.1 :9).
Allah tidak berkompromi dengan dosa. Siapa saja yang berbuat dosa, pasti menerima hukuman. Jika tetap “membandel”, hukuman akan diperberat sesuai pelanggaran kita. Dalam hal ini, kita harus peka terhadap teguran Tuhan. Kita harus membuka hati, merendahkan diri dan bertobat. Jangan mengeraskan hati, karena bila Tuhan yang menghukum kita, musnahlah hidup kita.
KJ. 26 : 2,4
Doa : (Buka hati kami ya Tuhan, agar kami tidak mengeraskan hati dan bawalah kami kepada pertobatan)
MINGGU VI PRAPASKAH
Sabtu, 12 Maret 2022
Renungan Malam
KJ. 149 : 1 – Berdoa
ALLAH INGAT PERJANJIAN-NYA
lmamat 26 : 40 – 45
“Untuk keselamatan mereka Aku akan mengingat perjanjian dengan orang-orang dahulu yang Kubawa keluar dari tanah Mesir di depan mata bangsa-bangsa lain, supaya Aku menjadi Allah mereka; Akulah TUHAN.” (ay.45)
Umat Tuhan mengalami hukuman (kutuk), karena ketidaksetiaan pada ketetapan-ketetapan-Nya. Tujuan hukuman Tuhan bukan membinasakan, tapi menyadarkan mereka untuk tiba pada pertobatan. Karena umat selalu mengeraskan hati, maka hukuman diberikan secara bertingkat sesuai bobot pelanggaran mereka. Di sini Allah menanti dengan sabar penyesalan mereka. Kalau mereka bertobat, mengakui kesalahan mereka dan kesalahan nenek moyang mereka dengan jujur yakni hidup tidak sesuai kehendak Tuhan dan mau merendahkan diri, maka Allah akan mengampuni dan memulihkan mereka (ay.40-42). PengampunanNya diberikan berdasarkan kasih setia-Nya yang tak pernah berubah. Allah dalam kasih setia-Nya tidak pernah mengingkari dan membatalkan perjanjian dengan umat-Nya (ay.42,45). Umat sendirilah yang mengkhianati perjanjian itu. Dalam kasih-Nya, Allah pun memulihkan tanah pertanian mereka (ay.43-44).
Hidup kita sebagai anak-anak Tuhan tidak ubahnya dengan Israel. Kita tidak taat pada ketetapan-Nya, tidak berjalan sesuai kehendak-Nya. Pengaruh dan godaan dunia serta berbagai kesulitan hidup telah membuat kita tidak setia. Kita menjalani hidup membelakangi Tuhan, sebab kita merasa mampu menjalani hidup tanpa Tuhan. Kita pun sering mengompromikan iman kita, karena kita tidak sungguh-sunguh menaati Firman-Nya. Dalam segala kegagalan kita, panggilan Tuhan untuk bertobat kita abaikan. Kita cenderung mengeraskan hati pada panggilan Tuhan untuk menaati Firman-Nya. Namun, Allah setia dan menyayangi kita. Karena itu, ketika kita datang pada-Nya dengan merendahkan diri, mengakui segala kesalahan dan dosa kita, Allah mengampuni kita.
Kristus telah menanggung kutuk dosa yang seharusnya ditimpakan pada kita. la menanggung kutuk yang seharusnya ditimpakan kepada kita melalui pengorbanan-Nya di salib. Janganlah menyalah-gunakan kasih-Nya. Hiduplah setia menaati ketetapan-Nya, karena itulah kehendak Allah, supaya kita berbahagia dan diberkati.
KJ. 149 : 2
Doa : (Tuhan Yesus, ampunilah kami atas kegagalan kami, terimalah kami dalam kasih anugerah-Mu)
