MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Jumat, 11 Februari 2022
Renungan Pagi
KJ. 392 : 1 – Berdoa
KASIH-NYA MERENGKUHKU YANG RAPUH
Nehemia 9 : 29 – 31
Tetapi karena kasih sayang-Mu yang besar, Engkau tidak membinasakan mereka …. (ay.31)
Sudah jelas bagi setiap orang Kristen, bahwa setiap kali kita mau kembali pada jalan yang benar, maka perlu untuk berdoa dengan iman. Bukan hanya itu, kita juga membutuhkan anugerah dan pengampunan Allah. Pesan Firman Allah hari ini berisi empat hal.
Pertama, kita harus memiliki harapan. Kita Iebih sering terjebak untuk berputar-putar di sekitar kesalahan dan pesimisme, bahwa hidup ini masih bisa diperbaiki dan ada masa depan. Tak sedikit orang Kristen yang tidak mampu mengatasi masalahnya lalu memilih jalan pintas, yaitu mengakhiri hidupnya. Tidak sedikit pula orang yang memilih untuk menyerah dan tidak mau melakukan apapun. Ketika diberitahu, bahwa Allah Mahapengampun, lalu kita sungguh menyadarinya, maka itulah saat diri ini kembali memiliki pengharapan.
Kedua, keselamatan, Allah itu penuh pengampunan sekalipun kita tidak taat. Allah tidak akan memalingkan wajah-Nya terhadap setiap anak-Nya yang memohon pertolongan untuk diselamatkan. Ketiga, Allah itu penuh kasih. la mengasihi bukan karena kita layak untuk dikasihi. Tidak ada seorangpun yang dapat membanggakan dirinya, bahwa ia pantas untuk dicintai Tuhan. Kita mungkin penuh dengan kekurangan dan pelanggaran, tetapi ini saatnya untuk datang pada Tuhan. Karena la penuh cinta pada siapapun yang memandang pada-Nya dalam kerapuhan. la mencintai kita dengan segala kerapuhan kita. Keempat, anugerah bukanlah pembenaran diri dan pengampunan bukan sesuatu untuk dibanggakan.Anugerah dan pengampunan adalah mujizat Allah yang hadir di tengah kerapuhan serta kebodohan manusia.
Saudaraku, pagi ini mari kita beranjak ke tengah dunia dengan tidak lagi takut maupun kehilangan semangat untuk berjuang. Karena kita tidak menyandarkan langkah-Iangkah hari ini pada manusia, tetapi pada Allah yang mengasihi kita tanpa syarat. Kasih Allah siap merengkuh kita yang rapuh.
KJ. 392 : 3
Doa : (Ya Tuhan, mohon limpahilah kami dengan kasih-Mu yang tak bertepi, agar menjadi kuat untuk melanjutkan perjuangan hidup ini)
MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Jumat, 11 Februari 2022
Renungan Malam
KJ. 389 : 1 – Berdoa
IA HANYA SEJAUH DOA
Nehemia 9 : 32 – 37
Tetapi Engkaulah yang benar dalam segala hal yang menimpa kami …. (ay.33)
Doa adalah sarana untuk kita berbicara kepada Tuhan dan mencurahkan isi hati. Ada kalanya kita lebih memilih untuk curhat (mencurahan isi hati) kepada teman, orang dekat, bah kan tetangga. Cumat itu tidak saja tentang haI-hal yang sedang kita alami, tetapi tanpa disadari juga berisi kesalahan-kesalahan masa lalu diri yang belum tuntas. Sayangnya curhatan kita lebih sering berakhir menjadi bahan gosip teman atau orang-orang dekat. Akibat curhat ke teman, bukan menolong kita menyelesaikan masalah, yang ada malah justru menambah beban permasalahan baru.
Bangsa Israel menghadapi masa baru di negeri yang Tuhan janjikan. Menghadapi masa baru itu harus terjadi reformasi dan rekonsiliasi. Salah satunya adalah dengan membarui komitmen dan peribadahan kepada Tuhan. Doa yang dinaikkan oleh orang Lewi berisi curahan hati tentang Tuhan yang luar biasa sabar dan penuh kasih atas mereka. Tidak ada yang ditutupi terhadap Tuhan. Semua kelalaian dan pelanggaran yang membawa kesusahan dibuka di hadapan Tuhan. Namun demikian bukan itu hal yang utama. Hal yang paling utama adalah bagaimana umat mengakui, bahwa Tuhan mereka luar biasa, penuh kasih dan sayang serta pengampunan. Tidak ada Allah yang seperti itu. Hanya Allah yang setia, memahami pergumulan yang sedang kita hadapi dan bersedia menolong.
Sepanjang hari ini ketika kita telah ‘penat beraktifitas, ada banyak kisah yang kita rangkai, barangkali kita membutuhkan ruang untuk mengungkapkan sem ua rasa dan pikir kita. Kepada siapa kita dapat pergi? F irman Tuhan memberikan kekuatan bagi kita di akhir hari ini, bahwa kita punya Tuhan, tempat mencurahkan semua isi hati dan pikiran kita. la tidak jauh dari kita. la hanya sejauh doa. Berbicaralah pada Tuhan, ungkapkanlah semua isi hati, pengalaman hari ini. la setia mendengar dan menjawabmu.
KJ. 389 : 3Â
Doa : (Tuhan kami ingin hidup setia kepada-Mu sebagaimana Engkau setia kepada umat-Mu. Tolonglah kami ya Tuhan)
