MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Sabtu, 12 Februari 2022

Renungan Pagi

KJ. 385 : 1 – Berdoa

HIDUP DALAM KOMITMEN BERSAMA

Nehemia 10 : 28 – 29

Mereka bersumpah kutuk untuk hidup menurut hukum Allah… (ay.29b)

Ketika kita masih kanak-kanak, ada banyak aturan yang harus kita patuhi. Terkadang aturan tersebut sangat sulit untuk dilakukan. Misal saja kita harus tidur siang, padahal teman-teman kita sudah memanggil kita untuk bergabung dengan mereka dalam berbagai permainan. Kita tidak dapat menahan diri untuk bergabung, tetapi pada saat yang sama kita tahu bahwa itu berarti kita melanggar peraturan, dan kalau ketahuan pasti akan dihukum.

Manakala kaum Israel melakukan komitmen mereka terhadap Firman Tuhan dan segala ketetapannya, hal itu tidak ten’adi di ruang privat yang tersembunyi dan senyap. Komitmen itu terjadi di ruang publik dan melibatkan komunitas. Mereka bersumpah untuk taat pada perintah dan ketetapan Tuhan. Tidak semua anggota komunitas orang Israel memberi komitmen, karena ada yang menolak untuk berkomitmen. Kebebasan yang dimiliki oleh Israel, telah diberikan Allah sejak semula mereka keluar dari Mesir. Mereka dapat memilih menyembah Allah atau llah-ilah. Setiap pilihan memiliki konsekuensinya. Ada orang-orang yang memilih bergabung dengan kelompok yang berkomitmen pada Tuhan. Mereka yang bergabung untuk berkomitmen kepada Tuhan tidak hanya pribadi-pribadi, tetapi keluarga-keluarga. Mereka yang mau berkomitmen tidak hanya orang tua, tetapi seluruh anggota keluarga. Keputusan bersama yang dilakukan secara terbuka akan menolong kita bertumbuh ke arah yang benar, dan menjadi modal besar untuk meraih masa depan yang Iebih baik.

Mengakhiri pekan ini, kita telah diperlengkapi dengan pemahaman tentang siapa Allah yang disembah. Pemahaman itu menolong kita untuk menelisik ulang komitmen taat kepada perintah Allah, sekaligus untuk memberikan kesempatan baru mereformasi komitmen diri. Komitmen itu bukan milik pribadi semata. Hal itu harus menjadi komitmen bersama keluarga kita. Pada gilirannya komitmen keluarga akan menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan berjemaat yang kokoh dan berkelanjutan demi kemuliaan nama Allah.

KJ. 385 : 2

Doa : (Tuhan inilah kami dengan keluarga besar yang berseru, bahwa Engkaulah yang mengandalkan kehidupan kami)

MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Sabtu, 12 Februari 2022

Renungan Malam

KJ. 390 : 1 – Berdoa

TUHAN TIDAK PERNAH LUPA

Nehemia 13 : 14

Ya Allah, ingatlah kepadaku karena hal itu dan janganlah hapuskan segala perbuatan bakti yang telah kulakukan… (ay. 14)

Adakah yang dapat kita banggakan di hadapan Tuhan? Tidak ada yang dapat dibanggakan di hadapan Tuhan, bahkan ketika kita melakukan hal-hal yang baik sekalipun. Sekalipun demikian, tidak jarang kita menghitung semua perbuatan baik diri, agar beroleh penghargaan, dan menunjukkan keimanan pribadi ini. Kita menghitung bantuan yang telah disalurkan, maupun persembahan yang sudah dibawa ke rumah Tuhan. Kita menunjukkan, bahwa keimanan kita patut untuk diperhitungkan. Selama sepekan ini berapa banyak perbuatan baik yang telah kita lakukan? Sudahkah kita mendapatkan penghargaan atau upah atas semua itu?

Dalam seruannya kepada Tuhan, Nehemia membentangkan semua hal baik yang telah dilakukan oleh orang Israel. Semua hal baik itu adalah bentuk dari konsekuensi komitmen mereka untuk taat pada Tuhan. Ia tidak meminta, agar Tuhan membalas semua perbuatan baik umat. Karena sesungguhnya Tuhan memiliki penilaian tersendiri. Yang dimintanya, agar Tuhan memperhatikan dan mempertimbangkan semua perbuatan baik yang telah dilakukan. Janganlah perbuatan baik itu menjadi sia-sia dan tidak pernah diingat. Permohonan dengan kerendahan hati yang dimiliki, dan tanpa motivasi yang tidak benar, adalah sesuatu yang baik bagi telinga Tuhan. Permohonan yang dinaikkan untuk mengingat perbuatan baik, akan mendorong umat untuk terus bersyukur atas hidup yang telah Tuhan anugerahkan.

Hari-hari dalam pekan ini akan kita akhiri. Hal apakah yang kita ingin untuk diingat oleh Tuhan? Kebanggaan diri, keberhasilan atau kebaikan-kebaikan yang telah kita lakukan. Mari menyembah Tuhan! Biarlah semua hal baik dan berkenan pada Tuhan menjadi dUpa yang harum di hadirat-Nya. la tidak akan pernah melupakan kita. Teruslah kerjakan keselamatan-Nya di tengah perjalanan hidup Yang tems menerus mengalami pembaruan. Allah kita bukan pribadi pelupa. la, Allah yang setia pada janji-Nya.

KJ. 390 : 3 

Doa : (Terima kasih ya Bapa untuk kasih setia-Mu sepanjang pekan ini)

Scroll to Top