HARI MINGGU II SESUDAH PASKAH
Minggu, 11 April 2021

Renungan Pagi

KJ. 322 : 1 – Berdoa

ESA DALAM KARYA-NYA

Mazmur 107 : 1 – 9

Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka. (ay. 6)

Menunggu adalah tindakan yang melelahkan dan membosankan. Kalau ada tanda-tanda yang bisa digunakan untuk mengetahui lama tidaknya waktu menunggu, mungkin tidak terasa lama. Dengan teknologi informasi, menunggu masih bisa diantisipasi. Misalnya melalui handphone, orang yang menunggu masih bisa berkomunikasi dengan yang ditunggu. Ada alatnya untuk mengantisipasi. Bagaimana kalau menunggu sesuatu yang tidak ada alat mengantisipasinya? Benarkah tidak ada alat atau petunjuk untuk antisipasi itu? Untuk segala sesuatu mesti ada hal seperti itu.

Pemazmur dalam bacaan minggu ini membuktikan adanya alat seperti itu. Alat itu adalah Tuhan dan kemahakuasaan-Nya. Dalam Dia selalu ada kepastian itu. Dalam Dia, kepastian itu berlaku bagi semua, timur dan barat, utara juga selatan. Bukan saja dari semua penjuru, akan tetapi juga seluruh lapisan, jenis kelamin, golongan, usia dan budaya. Bacaan kita menunjukkan, bahwa petunjuk itu hanya sebuah tindakan, yakni “berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka dan dilepaskannya mereka dari kecemasan mereka” (ayat 6). Seruan itu adalah tindakan percaya pada Tuhan, bahwa Ia setia pada janji-Nya, dan tidak pernah mengecewakan, serta dapat diandalkan. Dari sisi itulah Tuhan dikatakan esa dalam karya-Nya.

Baru seminggu yang lalu kita merayakan Paskah Kristus. Kita mensyukuri hari kebangkitan Kristus. Paskah itu adalah bukti nyata, bahwa karya Tuhan itu esa. Esa dalam arti karya yang tuntas. Manusia tidak dapat menghentikan karya Tuhan untuk manusia yang terabaikan, terpinggirkan sesamanya, atau juga oleh Tuhannya seperti yang Yesus alami. Nyatanya tidak. Tiga hari adalah waktu bagi Yesus yang merasa ditinggalkan. Waktu bagi kita mungkin tidak tiga hari. Itu bisa berarti tiga minggu, bulan, atau tahun. Kapanpun waktu Tuhan itu, yang pasti Yesus bangkit. Kita hanya perlu mempercayai waktu Tuhan untuk setiap orang. Bangkit itu pasti! Sebab ada Tuhan yang esa dalam karya-Nya!

KJ. 322 : 2

Doa : (Ajar kami untuk tidak bimbang dalam menantikan pertolongan Tuhan saat datang masalah serumit apapun)

HARI MINGGU II SESUDAH PASKAH
Minggu, 11 April 2021

Renungan Malam

KJ. 378 : 1 – Berdoa

CARA TUHAN MENDIDIK

Mazmur 107 : 10 – 16

sebab dipecahkan-Nya pintu-pintu tembaga, dan dihancurkan-Nya palang-palang pintu besi. (ay. 16)

Yang dialami bangsa ini dari tanggal 9 November 2020 sampai 3O Desember 2020 adalah puncak dari suatu proses panjang yang sangat melelahkan. Proses ini sudah dimulai puluhan tahun sebelumnya ketika ada ada satu organisasi massa atas nama agama melakukan tindakan-tindakan yang sa’ngat meresahkan banyak orang. Tindakan-tindakan organisasi tersebut sangat bertentangan dengan filosofi kehidupan bangsa ini yang menghargai keragaman agama. Hampir selama 20 tahun bangsa ini dipertontonkan dengan tindakan-tindakan kekerasan tanpa hambatan yang serius dari pemerintah sehingga tindakan-tindakan tersebut terasa sebagai satu kebenaran.

Pemazmur ini mengatakan bahwa ucapan syukur yang harus diucapkan terjadi karena sekali Tuhan bertindak, maka tindakanNya menunjuk kepada pokok persoalan yang dihadapi. Pintu-pintu tembaga dan palang besi adalah kunci utama keamanan suatu kota benteng. Aman tidaknya warga kota benteng sangat ditentukan oleh kuat tidaknya pintu kota itu. Ungkapan pemazmur dipecahkannya pintu tembaga dan palang besi menunjuk kepada kunci masalahnya. Karena itu mereka patut bersyukur karena jawaban Tuhan atas kekhawatiran mereka menghancurkan simpul terpenting dari masalah yang mereka hadapi. Tuhan mengatasi persoalan mereka tepat di inti persoalan.

Memang bekerja atau berjalan bersama Tuhan bukanlah suatu pengalaman seperti halnya kita menonton pertunjukan sulap. Pemecahan atas permasalahan terjadi secara cepat seolah mujizat. Tuhan butuh waktu untuk menyelesaikan persoalan langsung pada saat yang tepat dan cara yang tepat. Sekali dipecahkan selesai untuk seterusnya. ltu cara Tuhan, bukan cara pesulap. Tugas manusia adalah sabar dan menunggu waktu Tuhan. Mungkin sekali lama seolah tanpa kepastian, tetapi begitulah cara Tuhan mendidik manusia.

KJ. 378 : 6

Doa : (Ajar kami untuk bersabar menantikan pemecahan sejati dari Tuhan atas persoalan kami, ya Tuhan)

Scroll to Top