MINGGU X SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 11 Agustus 2020
Renungan Pagi
KJ. 238 : 1, 2, 3 – Berdoa
LANGIT DAN BUMI CIPTAAN-NYA
Kejadian 1 : 1 – 13
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (ay. 1)
Peristiwa penciptaan semesta diawali frasa, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (ay. 1 ltu berarti langit dan bumi sangat penting, karena menjelaskan fakta penciptaan, di mana Allah menempatkan karya-Nya di sana. Allah menciptakan langit di atas manusia sebagai wadah meletakkan benda-benda angkasa dan menopang kehidupan di bumi. Bumi menjadi tempat manusia dan semua ciptaan-Nya hidup.
Jagat raya yang sangat luas ini sungguh mengagumkan, tetapi juga menyimpan banyak rahasia yang sampai kapan pun tak akan pernah terungkapkan. Terjadinya guruh, kilat, petir, bergantinya musim kemarau dan hujan, dapat dipelajari dan diketahui sebabnya, tetapi banyak lagi yang tak terduga bisa terjadi di belahan langit tinggi, tak tampak oleh mata manusia yang terbatas. Oleh sebab itu, langit dapat dipandang sebagai tempat berdiamnya kuasa-kuasa alam atas, bahkan mengandung bahaya yang mengancam manusia. Bagi Israel, di langit yang tak terhingga tingginya itu Allah mendirikan takhta-Nya (Mzm.29:10), la memerintah kerajaan-Nya dari kediaman-Nya yang tak terhampiri itu (C.Barth). Sedangkan di bumi, segala yang hidup berkembang biak dan saling berinteraksi (Kej.l :28). Manusia dapat menguasai bumi dan memiliki-nya secara terbatas. Selain bumi menjadi berkat kehidupan, tetapi banyak pula rahasia di kedalamannya yang tak diketahui dan dapat memberi dampak buruk bagi kehidupan, seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir, kekeringan, dsb. Ini realita semua makhluk hidup di bumi dalam ekosistem yang dibuat oleh Allah dengan sangat ajaib dan mengagumkan.
Di tengah kebebasan manusia di bumi, Allah juga memberi peringatan agar manusia menyadari bahwa kehidupannya di bumi dalam kedauIatan-Nya. Itulah sebabnya di awal kisah penciptaan ini, Roh Allah adalah Allah yang menunjukan kebesaran-Nya atas ciptaan-Nya.
GB. 190 : 1, 2, 3
Doa : (Ya Bapa di sorga, mohon agar kami bersyukur bahwa kami hidup dari kasih dan kedaulatan-Mu di alam ini, sehingga oleh Roh Kudus-Mu kami selalu memuji dan memuliakan nama-Mu)
MINGGU X SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 11 Agustus 2020
Renungan Malam
KJ. 243 : 1, 2 – Berdoa
BEKERJA DALAM FUNGSINYA
Kejadian 1 : 14 – 23
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat…itulah hari kelima (ay. 19, 23)
Ruang iptek menyebutkan jarak bumi – matahari: 150 juta Km; pesawat terbang dengan kecepatan 9000 Km/jam, perlu waktu 19 tahun terbang tanpa henti untuk mencapai matahari. Bintang dalam berbagai ukuran, warna dan terang tak terhitung banyaknya (bd. Kej.15:5). Dan manusia tak dapat mengungkap lebih dalam bagaimana persisnya alam semesta ini.
Dalam iman Kristen, alam semesta dijadikan oleh Allah dengan cara yang ajaib hanya lewat firman dan karya-Nya. Hasilnya, benda-benda yang ditaruh pada tempatnya itu bekerja sesuai fungsinya: Matahari benda penerang di siang hari, bulan dan bintang pada malam hari. Dalam kemandirian fungsi, benda-benda itu bekerja berdampingan secara harmonis, bergerak pada alurnya tanpa bersinggungan. Tentu ini suatu pemandangan yang luar biasa menakjubkan, melampaui akal manusia. Bahkan, benda-benda yang dibentangkan-Nya di langit itu pun diciptakan untuk menopang hidup semua makhluk ciptaan-Nya di bumi. Pasang surut air laut dipengaruhi oleh jauh dekatnya bulan pada bumi. Ini berpengaruh pada kehidupan ikan-ikan dan makhluk hidup lainnya dalam air.
Melihat ini semua, kita memuji Allah yang melakukan perbuatan besar-Nya yang tak terduga dan ajaib itu (Ayb. 9:8-10). Kenyataan ini tidak saja mengagumkan, tetapi juga menjadi pemahaman dasar yang memotivasi kita berinteraksi dengan semua ciptaan Allah di bumi, dengan tanggung jawab dan rasa syukur. Di sinilah, menata dan melestarikan alam menjadi sangat penting kita lakukan, terutama di lingkungan kita sehari-hari. Allah membuat alam berinteraksi secara dinamis, sinergis, dan harmonis, karenanya kitajuga kiranya dapat hidup dalam kemandirian fungsi-fungsi yang saling menopang satu dalam rasa kemanusiaan untuk kebahagiaan hidup Bersama.
GB. 222 : 1, 4
Doa : (Ya Bapa mohon, blmbing kami untuk membangun kehidupan yang harmonis di antara sesama dan ciptaan-Mu yang lain)
