MINGGU VI SESUDAH PASKAH
Selasa, 11 Mei 2021
Renungan Pagi
KJ. 249 : 1 – Berdoa
KASIHILAH ORANG TERDEKATMU
1 Yohanes 3 : 11 – 14
Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi (ay. 11)
Ada ungkapan yang umum mengatakan, “Saudara kandung itu kalau dekat berkelahi, tapi kalau jauh saling merindukan.” Mengapa hal itu terjadi? Hal itu terjadi karena ada rasa saling mengasihi, tetapi karena cara menyampaikan bahasa cintanya berbeda akhirnya terjadi ketidak cocokan. Dr. Garry Chapman mengatakan ada cara orang menyampaikan bahasa cintanya : Dengan Pujian atau kalimat membangun (words of affirmation); Memberikan banyak waktu untuk selalu ingin bersama (quality time); pemberian (receiving gifts); dilayani (acts of service) dan sentuhan fisik (physical toach). Jika tidak berusaha untuk memahami bahasa cinta yang diinginkan maka akan berakhir dengan masalah dan konflik yang berkepanjangan dengan pasangan kita atau saudara kandung.
Bacaan saat ini mengingatkan bahwa cara kita menghargai kasih Tuhan yaitu dengan melakukan perbuatan kasih sesuai yang diperintahkan-Nya. Dengan melakukan perbuatan kasih, kita akan menghargai kehidupan. Namun jika tidak melakukan perbuatan kasih maka muncullah kehendak untuk berbuat jahat dan tidak menghargai kehidupan. Hidup akhirnya hanya dikuasai kebenciaan terhadap orang yang melakukan perbuatan kasih. Sama dengan orang yang hidup dalam dosa, selalu membenci kasih Tuhan. Kisah Kain yang membunuh adiknya merupakan suatu contoh bagaimana ketika tidak melakukan perbuatan kasih muncullah kehendak untuk berbuat jahat. Dalam kebencian dan kemarahannya akhirnya Kain membunuh Habel.
Melakukan perbuatan kasih adalah pilihan yang harus kita lakukan dalam menghargai kasih Allah. Jika tidak melakukannya maka akan terjebak untuk melakukan perbuatan jahat tehadap sesama dan tega melakukan kejahatan kepada saudara kandung dan orang terdekat serta pasangan kita sekalipun. Mari kita terus lakukan perbuatan kasih dan tidak ada salahnya untuk kita belajar memahami bahasa cinta dari pasangan kita.
KJ. 249 : 3
Doa : (Ingatkan kami Tuhan untuk terus mengasihi saudara dan pasangan kami)
MINGGU VI SESUDAH PASKAH
Selasa, 11 Mei 2021
Renungan Malam
KJ. 462 : 1,2 – Berdoa
MENGASIHI DENGAN PERBUATAN NYATA
1 Yohanes 3 : 15 – 18
… marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dalam kebenaran (ay. 18)
Dalam masa pandemi Covid-19 banyak gereja melakukan pelayanan diakonia karitatif; memberikan sembako kepada warga jemaat dan masyarakat; bantuan APD kepada tenaga medis. Hal ini sangat baik dilakukan sesuai tugas panggilan gereja dalam persekutuan (koinonia), pelayanan (diakonia) dan kesaksian (marturia). Pada masa-masa pandemi Covid 19 tugas pelayanan (diakonia) menjadi yang lebih diutamakan.
Bacaan saat ini juga mengingatkan bahwa mengasihi adalah perbuatan yang harus dilakukan setiap orang percaya dan gereja. Perbuatan kasih yang dilakukan bersumber dari teladan Tuhan Yesus yang mengasihi umat manusia dengan rela berkorban untuk pengampunan dosa dan keselamatan umat manusia. Perbuatan kasih diwujudkan dengan kerelaan memberikan apa yang kita miliki kepada mereka yang berkekurangan; tidak hanya dengan perkataan dan lidah, tetapi dengan tindakan nyata. Itulah wujud tugas dan tanggung jawab setiap orang percaya dan gereja melalui program diakonia yang harus terus menerus dilakukan. Tidak hanya dalam masa pandemi Covid-19, tetapi di masa yang akan datang dengan pengembangannya.
Jemaat-jemaat GPIB di MUPEL SUMUT Aceh dengan koordinasi B.P. Mupel, sama seperti jemaat-jemaat GPIB lainnya, dalam masa pandemi Covid 19 ini, juga mengutamakan melaksanakan pelayanan diakonia karitatif dengan pemberian sembako bagi warga jemaat dan masyarakat yang terdampak. Dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi, dikembangkan diakonia Reformatif, dengan pemberdayaan UKM warga jemaat dan diakonia Tranformatif untuk membebaskan warga jemaat pos Pelkes dari jerat para tengkulak dengan membeli dan mema-sarkan hasil pertanian di kota Medan. Ingat setiap orang percaya dan gereja wajib mengasihi dengan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan.
KJ. 462 : 3,4
Doa : (Ajarlah kami Tuhan mengasihi sesama kami, tidak hanya dengan perkataan dan lidah tapi dengan tindakannya)
