MINGGU I SESUDAH EPIFANI
Selasa, 11 Januari 2022
Renungan Pagi
GB. 61 : 3,4 – Berdoa
MINTA TOLONGLAH KEPADA TUHAN
Bilangan 22 : 1 – 6
Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, …. (ay. 6)
Balak, raja Moab dan seluruh rakyatnya, merasa gentar atas kehadiran bangsa Israel yang berkemah di dataran Moab, daerah seberang sungai Yordan. Jumlah orang Israel yang banyak dan kekalahan orang Amori membuat orang Moab makin muak dan takut. Sehingga raja dan para tua-tua berunding untuk mencari cara untuk mengalahkan bangsa Israel. Oleh karena itu, raja mengirim utusan kepada Bileam di Petor, di tepi sungai Efrat. Balak meminta Bileam datang agar dapat mengutuki orang Israel, sehingga ia akan mengalahkan mereka.
Bileam, seorang paranormal terkenal dari Mesopotanmia Utara. Telah tersiar kabar sampai ke Moab oleh raja Balak, bahwa apa dan siapa pun yang diberkati oleh Bileam akan memperoleh berkat; dan apa dan siapa yang dikutuk oleh Bileam akan terkutuk. Dalam pemahaman Balak dan semua orang Moab, Bileam adalah seperti dewa yang bisa menolong mereka mengalahkan bangsa Israel. Bileam dianggap bisa menghilangkan rasa takut serta akan membawa kemenangan bagi mereka. Padahal Bileam hanyalah seorang manusia yang tidak akan Iebih kuat dari Tuhan Allah Israel.
Menjalani kehidupan di Tahun Baru 2022, terkadang kitajuga diperhadapkan dengan tantangan, hambatan dan persoalan yang melebihi kekuatan dan kemampuan kita. Kita berusaha mengatasi tantangan itu dengan meminta bantuan kepada orang-orang pintar atau melibatkan kuasa-kuasa Iain di sekitar kita. Kita berharap orang-orang pintar atau kuasa-kuasa Iain itu dapat menolong kita sehingga kita dapat mengatasi dan mengalahkan tantangan dan hambatan tersebut. Kita salah.
Tuhan Yesus telah datang ke dalam dunia. la adalah Allah yang menjadi manusia. la datang untuk menolong dan menyelamatkan kita dari segala kuasa yang membelenggu serta menakutkan kita. Oleh karena itu, marilah kita berseru dan meminta pertolongan kepada Tuhan Yesus dan la akan bertindak dan memberi kemenangan bagi kita.
GB. 215 : 1,2
Doa : (Ya Tuhan, kami berada dalam lingkungan nyata yang sering membuat kami lemah dan takut. Datanglah dan tolonglah kami)
MINGGU I SESUDAH EPIFANI
Selasa, 11 Januari 2022
Renungan Malam
GB. 20 : 1 – Berdoa
BERANI MENOLAK
Bilangan 22 : 7 – 12
Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: “Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka ….. (ay. 12)
Para utusan raja Balak dari Moab dan dari Midian pergi kepada Bileam dengan membawa upah penenung dan menyampaikan pesan raja Balak. Bileam tidak langsung menjawab dan memenuhi undangan Balak. Ia minta para utusan bermalam, dan besoknya ia akan memberi jawab sesuai apa yang difirmankan Allah kepadanya. Allah datang dan bertanya kepada Bileam tentang orang-orang yang ada di rumahnya. Bileam menjawab dengan jujur siapa dan apa maksud kedatangan mereka. Maka Allah pun melarang Bileam untuk pergi bersama mereka. Ia juga melarang Bileam untuk mengutuk bangsa Israel karena mereka telah diberkati.
Disini menunjukkan bahwa Bileam tidak akan berbuat apa-apa sebelum bertanya kepada Allah. Walaupun orang yang memanggilnya adalah seorang raja, dan menggodanya dengan bayaran melimpah, Bileam tetap menekankan besarnya perintah Allah. Kebesaran Allah itu harus diakui oleh segala bangsa. Sekuat dan sebesar apa pun seorang penguasa, tidak ada yang Iebih besar dan kuat dari pada Allah. Bileam, seorang penenung, berani menolak perintah Balak karena ia tidak berani melawan firman Allah.
Kita pun mesti berani menolak, ketika firman Allah jelas tidak menyetujui tawaran dunia. Kita mesti sedia dan siap mematuhi Allah. Apa pun status kita di dunia ini, di hadapan Tuhan, kita hanyalah umat milik-Nya. Kita dapat disebut sebagai umat yang patuh ketika kita Iebih memilih untuk menolak tawaran dunia. Kehidupan beriman itu butuh terus menerus berkomunikasi dengan Allah supaya semakin memahami kehendak-Nya dengan benar. Kita memohon kepada-Nya supaya dimampukan untuk menjalani hidup menuruti kehendak-Nya kepada kita.
Sesungguhnya Firman Tuhan adalah pedoman kehidupan. Jangan pernah kita mencoba mengkompromikan kebenaran di dalamnya dengan keinginan hati kita. Tidak bijaksana mengabaikan petunjuk Tuhan, Ialu mengikuti keinginan hati sendiri. Bukan keuntungan yang akan didapatkan, justru kerugian dan penyesalan. Harus berani menolak.
GB. 118 : 1,3
Doa : (Tuhan, ketika kami diperhadapkan dengan tawaran dunia, ingatkan kami untuk bertanya kepada-Mu, dan mampukan kami untuk berani menolak, jika tawaran itu tidak sesuai kehendak-Mu)
