MINGGU ADVEN II
Kamis, 10 Desember 2020
HARI HAM
Renungan Pagi
GB. 131 : 1, 2 – Berdoa
BERITAKAN INJIL KEPADA SEMUA ORANG
Markus 1 : 35 – 39
Jawab-Nya : “Marilah kita pergi ke tempat Iain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang” (ay. 38)
Pelayanan Injil tidak boleh dibatasi buat kelompok tertentu dan harus menyebar ke berbagai tempat, agar kasih Tuhan Yesus dapat dialami banyak orang. Sering kita terperangkap pada pelayanan bagi kalangan sendiri. Mereka berpendapat, “Jemaat kita harus didahulukan!”. Kadang program pelayanan kita lebih banyak ke dalam ketimbang ke luar. Kita perlu menyeimbangkan tugas pelayanan gereja dengan berpedoman pada pengajaran Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus memelihara disiplin rohani yang baik. Pagi sekali la sudah berdoa, sementara para murid masih tidur nyenyak. Kesibukan pelayanan tidak boleh jadi alasan meninggalkan doa subuh. Komunikasi dengan Allah secara pribadi memberi kesegaran dan semangat untuk berkarya seturut kehendak-Nya. Keinginan para murid tidak sejalan dengan rencana Tuhan Yesus. Berita sukacita Injil bukan hanya bagi mereka di Kapernaum. Berita Injil juga buat orang-orang lain seperti mereka yang berada di Galilea. Perjalanan dari Kapernaum ke Galilea hanya butuh waktu sekitar dua jam empat puluh sembilan menit. Tuhan Yesus mengajak murid-murid-Nya ke Galilea. la menegaskan kedatangan dan pelayanan-Nya tertuju bagi sebanyak-banyaknya orang, sehingga mereka dapat mengalami langsung kasih Tuhan secara pribadi.
Tantangan kita sekarang ialah meneruskan kasih Tuhan di tengah pembatasan sosial secara fisik dan penderitaan manusia yang bertambah. Perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia, menyadarkan kita untuk bertindak menolong sesama tanpa diskriminatif. Mereka yang kehilangan pekerjaan dan terpinggirkan secara struktural mesti mendapat penanganan gereja lewat pelayanan diakoni sosial. Kita tidak boleh berdiam diri. Kita harus keluar dari tembok gereja dan jadi tangan kemurahan Tuhan bagi saudara kita yang kehilangan hak-hak kemanusiaannya. Seperti Tuhan Yesus yang pergi melayani, hendaknya kita tidak berlama-lama berdiskusi. Kasih Tuhan perlu segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata.
GB. 131 : 3, 4
Doa : (Ya Roh Kudus, mohon bimbing kami, agar tidak berpuas diri dengan pelayanan internal, tetapi memperhatikan pula saudara yang lainnya, yang membutuhkan berkat Tuhan)
MINGGU ADVEN II
Kamis, 10 Desember 2020
HARI HAM
Renungan Malam
GB. 68 : 1 – Berdoa
BELAS KASIHAN YESUS
Markus 1 : 40 – 45
Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu la mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir” (ay. 41)
Penyakit kusta menular dan berbahaya. Penderitanya mengalami pengucilan dan terbuang dari masyarakat. Mereka dipandang najis dan tidak layak secara rohani. Sama sekali tidak ada perlindungan secara medis. Hidup mereka terasing dari persekutuan. Sekalipun begitu, mereka masih dapat mendengar kisah pelayanan Tuhan Yesus yang sudah tersebar luas. Kabar gembira tersampaikan dari mulut ke mulut dan terdengar di telinga penderita kusta. Tekadnya bulat menjumpai Tuhan Yesus pada waktu yang direncanakan.
Penderita kusta anonim ini, tunduk di hadapan Tuhan Yesus. Permintaannya sederhana: Jika Tuhan mau, Tuhan Yesus dapat memberi kesembuhan. Permintaannya bukan paksaan. Permintaan sederhana, sebab kuasa Tuhan Yesus sudah terbukti. Sikap dan kata-kata penderita kusta merupakan ekspresi meyakinkan dari seseorang yang butuh pertolongan Tuhan Yesus. Kata-kata permohonannya mustahil mendapat penolakan. Tuhan Yesus tidak terganggu dengan permohonannya. Kesembuhan total diberikan-Nya, sebab Tuhan Yesus mengasihinya. Penyakit kusta itu lenyap dari tubuhnya. Kesembuhan itu harus ditindaklanjuti dengan ritual keagamaan di bait Tuhan, agar komunitas dapat menerimanya kembali.
Kepercayaan kepada Tuhan Yesus mengingatkan, bahwa dalam banyak hal kita membutuhkan belas kasihan-Nya. Seringkali di saat situasi tenang dan baik, komunikasi kita dengan Tuhan tidak berfungsi. Tuhan hanya dibutuhkan saat jalan sudah buntu. Tuhan hanya diperalat demi kepentingan pribadi. Sikap ini jauh dari kekudusan Tuhan. Belas kasihan Tuhan Yesus selalu tersedia sampai hari ini. Maukah kita memosisikan diri seperti penderita kusta yang percaya pada kebaikan Tuhan dan yakin hidupnya disembuhkan? Kerendahan hati menolong kita mengalami mukjizat Tuhan Yesus dalam hidup yang nyata. Sukacita besar menyebabkan seseorang giat bersaksi tentang kasih Tuhan Yesus dengan penuh kegembiraan tanpa rasa takut.
GB. 68 : 2
Doa : (Kami membutuhkan belas kasihan Tuhan Yesus dalam menghadapi pelbagai peristiwa hidup. Kami percaya Tuhan Yesus selalu menolong kami tepat waktu)
