MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 10 Agustus 2021

Renungan Pagi

KJ. 36 : 3 – Berdoa

DALAM KEMERDEKAAN ADA PENGAMPUNAN

Kisah Para Rasul 7 : 11 – 16

pada kunjungan mereka yang kedua Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, lalu ketahuanlah asal-usul Yusuf kepada Firaun (ay. 13)

Apakah yang ada dalam pikiran kita jika berjumpa dengan orang yang pernah melakukan kejahatan atas diri kita? Kemungkinan besar sikap kita pasti marah, ingin rasanya membalas kejahatan yang pernah diterima, agar perasaan yang pernah tersakiti dan terluka akan terpuaskan. Jika demikian yang terjadi maka sebenarnya kita masih membiarkan diri kita diperbudak oleh kemarahan dan dendam, kita belum merdeka.

Stefanus di Mahkama Agama mengingatkan kembali perilaku Yusuf terhadap saudara-saudaranya yang mencari makanan di Mesir sehubungan dengan kelaparan yang menimpa wilayah mereka. Dalam posisi sebagai penguasa di Mesir, Yusuf memiliki kekuatan untuk membalas kejahatan saudara-saudaranya terhadap dirinya. Namun, Yusuf menunjukkan bahwa dirinya telah bebas dari dendam dan kemarahan, Yusuf telah merdeka!

Jika kita menyatakan bahwa telah mengalami kemerdekaan baik sebagai warga negara Indonesia dan warga Kerajaan Allah, maka seharusnya kita pun dapat melepaskan diri dari kemarahan, sakit hati, dendam bahkan kepahitan hidup. Jangan membiarkan diri kita terus dibelenggu oleh kepahitan. Kepahitan membuat kita menjadi orang yang terjajah dan dikendalikan oleh kemarahan, kebencian bahkan dendam yang terus bergelayut dalam hati dan batin, yang membebani langkah kehidupan. Hidup akan menyenangkan jika kita merdekakan diri dari semua rasa pahit yang membelenggu!

Orang yang merdeka akan terlihat melalui sikapnya yang tanpa beban, tindakannya yang penuh kasih, selalu ada pengampunan dalam dirinya: penuh kesabaran, bersikap tenang dan ramah serta lemah lembut. Sudahkah kita memiliki sikap itu?

Tuhan telah menganugerahkan kehidupan di hari ini, kiranya kita mau membebaskan diri dari semua perasaan yang menjajah kita, sehingga sebagai orang merdeka kita akan menjalani aktifitas hari ini tanpa beban.

GB. 49

Doa : (Ya Tuhan, tolong isilah hatiku dengan kasih-Mu, sehingga dapat mengampuni sesama)

MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 10 Agustus 2021

Renungan Malam

GB. 71 : 1 – Berdoa

TUHAN YANG MENOLONG

Kisah Para Rasul 7 : 17 – 22

Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya (ay. 22)

Ketika kita bergumul dan merasa tidak ada jalan keluar, yakinlah bahwa Tuhan berkuasa membuka jalan. Tidak ada yang dapat menghalangi rancangan Tuhan dalam kehidupan umat-Nya. Tuhan pasti menepati janji-Nya. Bahkan Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu yang melampaui pikiran manusia.

Orang Mesir berusaha untuk menghalangi pertumbuhan jumlah orang Israel dengan membunuh semua anak laki-laki Ibrani (Keluaran 2). Perkembangan jumlah orang Israel sebenarnya merupakan pemenuhan janji Allah atas Abraham, karena itu tidak ada yang dapat menghalangi. Musa seorang anak laki-laki Ibrani yang seharusnya dibunuh, malah diangkat menjadi anak oleh putri Firaun dan tinggal di istana. Musa di besarkan dan dididik dengan segala hikmat orang Mesir, bahkan berkuasa atas perkataan dan perbuatannya. Dengan cara-Nya, Tuhan mempersiapkan Musa untuk kebaikkan bangsa Israel.

Jika dalam kehidupan ini kita memiliki pergumulan yang seakan-akan tidak ada jalan keluar bahkan menghadirkan rasa takut dan kecemasan,maka jangan putus asa. Bangunlah pemahaman, bahwa hidup kita ada dalam rancangan Tuhan. Tuhan sanggup menolong. Ketika usaha kita tidak membuahkan hasil, maka serahkan semuanya dalam kendali dan kuasa Tuhan. Karena Tuhan mampu membalikkan keadaan. Tuhan dapat melakukan hal-hal luar biasa dalam kehidupan ini. Seperti ada ungkapan “Jika semua pintu tertutup, maka Tuhan akan membuka jendela-jendela, jika semua jendela tertutup, maka Tuhan akan membuka atap-atap, jika semua atap tertutup, Tuhan yang membongkar tembok”. Ungkapan ini mengingatkan sekaligus mengajarkan, bahwa Tuhan memiliki kuasa yang dahsyat, karena itu jangan takut. Tuhan yang memberikan kemerdekaan itu. Jadi biarkan diri kita merdeka dari semua kegalauan atas peristiwa di hari ini untuk dapat beristirahat dengan tenang di malam pemberian Tuhan.

GB. 71 : 2

Doa : (Tuhan, mohon yakinkanlah diri ini akan kuasa-Mu yang besar dan kasih-Mu yang hebat, bahwa semuanya dapat dikendalikan oleh-Mu)

Scroll to Top