MINGGU XIII SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 1 September 2020

Renungan Pagi

GB. 40 : 1 – Berdoa

CINTA ITU SEIRAMA

Kidung Agung 1 : 1 – 4

“Karena cintamu lebih nikmat daripada anggur” (ay. 2a)

Menurut Ensiklopedi Alkitab Masa Kini (2001 ) kata Anggur dalam Perjanjian Lama diterjemahkan dari beberapa kata Ibrani. 1. Yayin = anggur; 2. Sekhar = minuman keras; dan 3. Tirosy = anggur baru atau manis. Artinya, anggur selalu memiliki dua sisi kegunaannya dan bahayanya. Anggur menyukakan hati manusia, tetapi juga menyebabkan pemikiran yang keliru. Anggur dapat dihubungkan dengan kegirangan hati atau juga kemarahan. Anggur dapat membuat malu seperti pengalaman Nuh (Kej.9:20) atau dipakai untuk menghormati orang Iain.
 
Kidung Agung 1 : 2 menggunakan kata ‘cinta’, terjemahan dari Bahasa Ibrani ‘dod’ yang berarti : kekasih, cinta, mendidih. Kata cinta pada dasarnya mengandung pemahaman yang menghangatkan kehidupan; membuat hidup menjadi bersemangat. Bagi banyak orang, anggur sangatlah nikmat dan menghangatkan serta mendatangkan sukacita. Pertemuan antara dua kekasih yang saling mencintai atau perayaan-perayaan kekerabatan terkadang diwarnai dengan minum anggur. Namun, penyair Kidung Agung mau mengatakan bahwa kenikmatan dari cinta sejati antara dua sejoli melebihi anggur. Cinta sejati “dod’ menghangatkan relasi antara laki-laki dan perempuan. Cinta yang menghangatkan adalah cinta yang seirama.
 
Menjalani aktivitas di hari ini, mari menjadi pribadi yang menghadirkan kehangatan dan sukacita untuk dialami oleh semua orang. Dimulai dari rumah tangga sampai ke ruang-ruang usaha, kerja, sekolah dan pergaulan kita. Lakukan segala sesuatu tidak hanya dengan otot, tetapi terlebih dengan cinta. Perkataan dan perbuatan harus seirama (1:1). Yang seirama (1:2) akan selalu disenandungkan dan dirindukan keharumannya (1:3). Anggur bisa menghadirkan suasana yang tidak seirama tetapi cinta sepasang kekasih adalah cinta seirama. Selamat mewarnai dan menghangatkan hidup dan kerja kita dengan cinta sejati, karena cinta bersumber dari Tuhan. Tuhan adalah cinta.

GB. 40 : 3

Doa : (Tuhan Yesus yang penuh cinta, penuhi kami dengan cintaMu dan murnikan serta hangatkan hubungan kami dengan cinta sejati)

MINGGU XIII SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 1 September 2020

Renungan Malam

GB. 245 : 1 – Berdoa

MENCERITAKAN TENTANG CINTA

Kidung Agung 1 : 7 – 8

“Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku (ay. 7a)

Kitab-kitab dalam Alkitab awalnya adalah tulisan-tulisan lepas dan terpisah satu dengan lainnya. Meskipun demikian kitab-kitab tersebut memiliki benang merahnya yaitu sama-sama mewariskan cerita pengalaman hidup umat pilihan dengan TUHAN (YHWH) atas dasar perjanjian. Pengalaman hidup sebagai umat perjanjian yang terkandung dalam kitab-kitab membuat sebuah kitab dipilih dan menjadi satu kesatuan dalam Alkitab. Kisah tentang cinta kasih Allah, misalnya, terdapat pada Kitab Ulangan, ketika Musa mengulangi kisah TUHAN Allah menuntun perjalanan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan. Jadi, saat membaca Alkitab berarti kita sedang berhadapan dengan kisah yang telah diucapkan ribuan tahun yang lalu, yang mengisahkan tentang cinta kasih TUHAN.
 
Hari ini pun kita membaca Kidung Agung 1:7 tentang ungkapan cinta kasih dua kekasih. Mereka saling mengajak untuk menceritakan pengalaman hidupnya dalam rangka membangun relasi dan fondasi cinta yang kokoh-kuat. Kedua sejoli tidak menutup-nutupi serta mengisahkan segala hal tentang diri mereka dengan penuh kehangatan; ada keterbukaan untuk saling bercerita. Keterbukaan akan membebaskan mereka dari rasa curiga sehingga makin tumbuh saling percaya dan menguatkan cinta kasih di antara mereka berdua.
 
Akhiri hari ini dengan syair dan tembang cinta antara suami-isteri dan orang tua-anak dalam keluarga. Bagi calon mempelai laki-laki dan perempuan ceritakanlah siapa dirimu kepada pasanganmu, maka kalian berdua akan membangun landasan kepercayaan yang kokoh. Orang tua setiap saat diberi waktu oleh TUHAN berbagi kisah iman dengan anak-anaknya di rumah. Pakailah perangkat komunikasi yang kita miliki untuk berbagi cerita dengan anggota keluarga. Saat di perjalanan, maupun di tempat kerja, kita bisa berbagi cerita dengan orang-orang yang kita kasihi. Dengan demikian iman keluarga kita tetap terpelihara.

KJ. 245 : 2

Doa : (Tuhan Yesus yang penuh kasih, berkati kami dengan Roh Kudus-Mu agar mampu bercerita tentang cinta kasih Allah dengan benar)

Scroll to Top