TAHUN BARU
Jumat, 1 Januari 2021
Renungan Pagi
GB. 340 : 1 – Berdoa
TAHUN BARU, HIDUP BARU
2 Tawarikh 29 : 1 – 11
kamu telah dipilih TUHAN untuk berdiri di hadapan-Nya (ay. 11)
Lain Salomo, lain juga Hizkia. Apabila Salomo memiliki ayah yang taat, Hizkia tidak. Ahas, ayah Hizkia, menjadi raja Yehuda selama 16 tahun, dan melakukan banyak kekejian di mata Tuhan. la membuat patung-patung Baal dan membakar anak-anaknya sebagai kurban kepada para dewa. la menutup Bait Suci dan mengambil semua perkakas di dalamnya untuk dipersembahkan kepada dewa-dewa. Akibatnya, Tuhan menghukum Ahas dengan penghinaan dan penderitaan, yaitu ditaklukan oleh kerajaan-kerajaan di sekitarnya sampai dia meninggal. (Lihat 2 Taw:28)
Hebatnya, Hizkia memilih untuk tidak berperilaku seperti ayahnya. Hizkia setia pada TUHAN. la memperbaiki Bait Suci serta memfungsikan kembali ibadah-ibadah kepada TUHAN di seluruh kerajaan Yehuda. Hizkia belajar dari pengalaman ayahnya, dan memilih untuk menjadi lebih baik dari sisi perilaku maupun kepemimpinan yang terdahulu. la tidak mau murka TUHAN terus menyala-nyala atas Yehuda.
Hizkia menjadi raja pada umur dua puluh lima tahun. la cukup banyak menyaksikan penderitaan rakyat Yehuda, saat masih diperintah oleh ayahnya. Untungnya, TUHAN tidak lantas memusnahkan Yehuda, karena kekejian Ahas. Tuhan masih memberi kesempatan kepada keturunan Ahas, yaitu Hizkia, untuk mengubah kehidupan umat-Nya. Tuhan memang tidak dapat menyangkal diri-Nya. la tetap setia.
Kesetiaan TIJHAN ini adalah peluang yang jangan disia-siakan. Tahun baru adalah kesempatan yang TUHAN buka bagi kita sebagai umat-Nya, agar lebih baik dari tahun sebelumnya. Mari menjadi lebih baik dalam segala hal, khususnya perilaku. Perbanyaklah perilaku yang terpuji, yang berkenan di hadapan TUHAN. Orang harus menyaksikan, bahwa kita sedang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan kata Iain, bukan hanya tahun yang baru, diri kita pun mesti jadi baru.
GB. 340 : 2, 3
Doa : (Bapa yang Mahakudus, kesetiaan-Mu tiada berujung. Mohon mampukan kami untuk menjadi pribadi yang lebih balk di tahun yang baru ini)
TAHUN BARU
Jumat, 1 Januari 2021
Renungan Malam
GB. 364 : 1 – Berdoa
UMAT TAHBISAN
2 Tawarikh 29 : 12 – 36
..kamu telah mentahbiskan dirimu untuk TUHAN (ay. 31)
Pembaruan yang dilakukan Hizkia dimulai. Setelah sekian lama tidak ada ibadah di Bait Suci, raja dan rakyat kembali berkumpul untuk berdamai dengan TUHAN. Mereka kembali mengikat janji setia kepada TUHAN. Mereka memohon pengampunan, sujud menyembah, bernyanyi-ria. Sebelum membawa persembahan kurban, mereka terlebih dulu ditahbiskan sebagai umat-Nya.
Tahbis atau menahbiskan, menurut Kamus Bahasa Indonesia berarti menyucikan sesuatu untuk keperluan keagamaan. Sementara kalau dari bahasa aslinya (Ibrani), “male”, menahbiskan berarti memenuhi atau menjadi penuh. Dengan demikian tahbisan dapat dimaknai sebagai sesuatu yang secara penuh dipersembahkan kepada TUHAN. Ini menunjukkan kesetiaan (loyalitas) dan totalitas (keseluruhan) keberadaan umat untuk TUHAN.
Kita harus membedakan antara agama dan kehidupan beragama. Agama itu adalah teorinya, sementara kehidupan beragama itu prakteknya. Di sini sering kita jumpai kesenjangan, bahwa apa yang ada dalam agama tidak berbanding lurus dengan apa yang muncul dalam kehidupan beragama. Tidak ada agama yang mengajarkan untuk membenci, namun banyak yang hidup beragamanya memendam kebencian terhadap sesama, bahkan saudara seimannya. Segala sesuatu yang dilakukan berbanding terbalik dengan yang diyakini.
Inilah yang mau disorot oleh Firman Tuhan pada hari ini. Jika seseorang sudah ditahbiskan sebagai umat TUHAN, maka hidup-nya sepenuhnya harus sebagai umat-Nya. Bukan saat beribadah saja, melainkan dalam segala aktifitas yang dilakoni. Dengan kata lain, jangan setengah-setengah atau ‘bermain di dua kaki’. Ini adalah kiasan orang yang mendua hati untuk mencari untung. Mari hidup berkenan di hadapan Tuhan didasari pada kenyataan, bahwa kita adalah umat yang ditahbiskan (Ef.2: 10). Setialah dan jangan sampai kita memandang enteng tahbisan itu.
GB. 114 : 1, 2
Doa : (Bapa yang Mahabaik, kami adalah umat-Mu. Mohon bimbinglah kami untuk hidup berkenan di hadapan-Mu)
