MINGGU ADVEN I
Kamis, 2 Desember 2021
Renungan Pagi
GB. 131 : 1,2 – Berdoa
BERTOBAT ATAU BINASA
Lukas 13 : 1 – 5
Tidak! Kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian (ay. 5)
Selalu menarik mendengar kisah pertobatan seseorang, Pertobatan seorang artis, musisi atau mantan residivis. Kisah mereka begitu emosional dalam memperoleh kasih Tuhan. Betapa beruntungnya seseorang yang bertobat sebelum hari kematian datang. Mungkinkah tiap orang beroleh kesempatan bertobat sebelum hidupnya berakhir? Benarkah kematian orang berdosa itu jauh Iebih mengerikan?
Tuhan Yesus menjawab berita soal orang-orang Galilea yang mati tragis. Meskipun Pilatus melakukan hal yang jahat dengan kematian orang-orang Galilea tersebut,/bukan berarti yang mati itu dosanya jauh Iebih besar dari desé orang Galilea yang lain. Begitu juga mereka yang mati ditimpa menara dekat Siloam, kesalahannya tidak Iebih besar dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem. Yesus tidak setuju dengan pemikiran laten yang sarat penghakiman. Seberapa besar dosa seseorang bukan terlihat dari cara matinya. Yang utama menurut Yesus ialah pertobatan. Bertobat berarti meninggalkan yang jahat dan melakukan segala hal yang berkenan kepada Allah. Kematian tanpa pertobatan berarti hidup dalam kebinasaan.
Kedatangan Yesus menyadarkan kita, bahwa manusia yang berdosa butuh pertobatan dalam hidupnya. Kita tidak boleh membuka ruang untuk menghakimi seseorang pada saat kematiannya. Karena itu, kematian sebab terpapar Covid-19 hendaknya tidak dilihat sebagai hukuman atas dosa. Kita yakin mereka yang percaya pada Yesus tidak akan binasa melainkan beroleh hidup kekal (bandingkan Yohanes 3:16).
Kehidupan kekal mustahil dapat diperoleh, jika manusia terus dalam kejahatan dan menolak kasih karuniaAllah. Bilakah pertobatan terjadi? Saat sekarat di pem baringan atau ketika sehat dan jaya? Tuhan mendorong untuk bertindak segera, apapun kondisi kita hari ini. Mari kerjakan yang Tuhan kehendaki. Bertobatlah selagi kita masih diberi nafas hidup dan umur panjang oleh Tuhan.
GB. 131 : 3,4
Doa : (Roh Kudus tolong kami menyadari dosa dan segera bertobat untuk melakukan kehendak-Mu sebelum semua terlambat)
MINGGU ADVEN I
Kamis, 2 Desember 2021
Renungan Malam
KJ. 309 : 1,2 – Berdoa
BERI WAKTU UNTUK BERBUAH
Lukas 13 : 6 – 9
mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia! (ay. 9)
Pertobatan menjadi kehendak Tuhan, agar manusia tidak berdosa. Mengapa soal pertobatan menjadi penting dan diulangi Yesus dalam sebuah perumpamaan? Sebab Tuhan menghendaki manusia hidup menurut citra-Nya. Manusia sebagai hasil ciptaan Tuhan yang sem puma mestinya dapat berkata dan bertindak seperti Sang Pencipta. Ketidakmampuan manusia mengerjakan kehendak Tuhan bukan untuk dimaklumi. Berapa banyak waktu harus diberikan, agar seseorang bertobat? Atau, jangan-jangan tidak cukup waktu sebelum datang hari penghakiman?
Pohon ara yang tumbuh di kebun anggur ternyata tidak berbuah. Pemilik kebuh anggur mengaku kecewa. Kecewanya beralasan. Tiga tahun menunggu namun pohon ara itu tidak berbuah. Sang Pemilik memerintahkan pengurus kebun anggurnya untuk menebang pohon ara itu. Percuma pohon ara itu tumbuh. Pengurus kebun anggur meminta tambahan waktu. Dia berharap pohon ara itu dapat berbuah tahun depan dengan perawatan intensif. Semoga tahun depan buahnya dapat dinikmati. Pengurus kebun anggur berjanji untuk bekerja lebih keras, agar pohon ara itu benar-benar dapat berbuah dan tidak mati ditebang.
Perumpamaan Yesus menggambarkan kasih dan anugerah Tuhan bagi semua manusia tanpa terkecuali. Kesabaran Tuhan sering salah dimengerti, sehingga sebagian orang berkompromi dengan dosanya. Mereka tetap menyakiti orang Iain dan mengabaikan peringatan Allah. Kita bisa tergoda, agar penghukuman Tuhan segera datang? Kita bisa berpikiran, agar manusia semacam ini segera dibinasakan seperti pohon ara yang tidak berbuah. Ternyata tidak demikian kehendak Tuhan. Selalu ada waktu tam bahan diberikan bagi siapapun, termasuk saya dan saudara, untuk bertobat dan hidup menyenangkan hati Tuhan. Tambahan waktu dipakai untuk melayani pun mengasihi saudara kita, agar mereka bertobat serta berbuah bagi kemuliaan Tuhan.
KJ. 309 : 3
Doa : (Ya Tuhan mohon pakailah hidup kami melayani serta mengasihi sesama, agar mereka kembali kepada-Mu dan menikmati kasih karunia-Mu)
